Nasional

Jelang Waktu Peluncuran, Bobibos Buka Suara Tentang Tuduhan Scam dan Penipuan

Oleh: Katarina Erlita Jumat 28 Nov 2025, 21:45 WIB
Bahan Bakar Bobibos. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)

AYOJAKARTA.COM - Menjelang waktu peluncurannya, Bobibos, bahan bakar nabati yang tengah dinantikan publik malah diterpa berbagai tuduhan miring.

Isu scam, penipuan, hingga klaim bahwa Bobibos “menghilang” mulai beredar luas di media sosial dan menimbulkan kebingungan di masyarakat. Menanggapi situasi ini, pihak Bobibos akhirnya memberikan pernyataan resmi.

Dalam Instastory Instagram yang diunggah pada Jumat, 28 November 2025, Bobibos menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan justru muncul bersamaan dengan meningkatnya minat masyarakat.

Baca Juga: Bahan Bakar BOBIBOS Diklaim Sudah Uji Lab dengan Hasil RON 98, Lemigas Akhirnya Buka Suara: Masih...

“Antusias masyarakat terhadap Bobibos semakin deras. Energi murah, petani sejahtera. Ekonomi kelas bawah bergerak. Di tengah besarnya perhatian tersebut, beredar pula berbagai hoaks dan serangan negatif pada kami," demikian pernyataan dari Bobibos.

"Kami dituduh scam, menipu. Sungguh menyakitkan. Tapi kami sadar, ini risiko untuk menghadirkan energi yang murah,” pungkasnya.

Di tengah gencarnya rumor negatif, Bobibos memastikan bahwa proses peluncuran tetap berjalan sesuai rencana. Penjualan perdana secara terbatas ditetapkan pada akhir November 2025 melalui beberapa SPBU yang telah bermitra.

Tahap ini dilakukan sebagai uji coba pasar dan pengecekan kesiapan rantai pasok sebelum distribusi lebih luas. Pemerintah dan pengembang juga terus melakukan pengawasan teknologi untuk memastikan kualitas dan keamanan bahan bakar sebelum dipasarkan secara massal.

Baca Juga: Harga Murah Bobibos Dipertanyakan, Raymond Chin dan Bennix Sepakat Ada Kejanggalan, Akankah Bernasib Sama seperti Esemka?

Bobibos diprediksi hadir dengan harga Rp 7.000 – Rp 8.000 per liter, menjadikannya salah satu bahan bakar paling kompetitif di pasaran. Harga yang lebih terjangkau ini diharapkan membantu masyarakat berhemat sekaligus mendorong adopsi energi terbarukan.

Selain itu, harga murah ini selaras dengan misi Bobibos untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi.

Berbasis biomassa seperti jerami, Bobibos menerapkan konsep waste-to-energy yang mengubah limbah pertanian menjadi bahan bakar berkualitas.

Meski terbuat dari sumber nabati, performanya diklaim setara bensin konvensional dan aman digunakan pada kendaraan bermotor yang ada saat ini.

Baca Juga: Biaya Produksi BOBIBOS Diklaim Rendah, Pakar Sebut Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Emisinya yang lebih rendah juga menjadi nilai tambah, membantu mengurangi polusi udara dan sejalan dengan target energi bersih nasional.

Meski menjanjikan, Bobibos masih harus melewati beberapa tantangan, termasuk kesiapan SPBU, edukasi publik, dan penyempurnaan regulasi.

Namun pihak pengembang menegaskan kesiapan mereka mengikuti seluruh prosedur demi memastikan legalitas dan keamanan produk.

Jika seluruh tahap berjalan lancar, peluncuran Bobibos di akhir 2025 bisa menjadi momentum penting bagi kemandirian energi Indonesia.

Dengan harga terjangkau dan bahan baku ramah lingkungan, Bobibos berpotensi menjadi solusi energi baru yang mendorong ekonomi hijau di Tanah Air.***

TAGS:
Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita