AYOJAKARTA.COM - Pemanfaatan jerami menjadi bahan bakar nabati bernama BOBIBOS kini sukses menjadi sorotan.
Bahkan, BOBIBOS kini tengah bersiap untuk produksi bahan bakar di Lumbung Pakuan, Jawa Barat.
Produksi ini, bekerja sama dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Bahkan, BOBIBOS tengah mempersipkan mesin canggih untuk mengolah jerami menjadi bahan bakar yang diletakkan di dalam truk.
Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos (BOBIBOS) yang terbuat dari jerami ini diklaim menggunakan biaya produksi yang rendah.
Namun pakar menyebut hal ini perlu dikaji ulang.
Sebab, pakar menilai upaya ini masih harus menghadapi tantangan besar, terutama dari segi teknis dan biaya produksi.
Dikatakan oleh Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University Leopold Oscar Nelwan, biaya konversi energi ini masih menjadi tantangan besar.
“Beberapa literatur menyebutkan bahwa biaya menghasilkan satu liter bahan bakar melalui proses FT dari batu bara mencapai US$ 0,8-US$ 1,6. Bahkan biaya prosesnya bisa lebih dari empat kali harga batu baranya," ujar Leopold Oscar Nelwan dikutip dari laman resmi IPB.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika klaim biaya produksi BOBIBOS rendah perlu dihitung kembali.
Termasuk faktor energi dan investasinya.
"Teknologi ini berpotensi meningkat kelayakannya atau bisa bersaing apabila harga bahan bakar fosil naik atau dibatasi," tandasnya.
Perlu diketahui, selain biaya produksi yang murah, BOBIBOS ini juga diklaim lebih irit, emisi nyaris 0 dan ramah lingkungan.
Bahkan dari hasil uji lab, menyatakan jika kualitas BOBIBOS setara dengan RON 98.***

Share this article
Pakar sebut biaya produksi BOBIBOS murah perlu dikaju ulang mulai dari segi teknis, faktor energi dan investasinya.