Nasional

Program MBG Disetop Sementara saat Libur Tahun Ajaran 2026-2027, Audit Dapur Dilakukan untuk Tingkatkan Kualitas Layanan

Oleh: Desi Kris Selasa 16 Jun 2026, 21:40 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber: banyuwangikab.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Program makan bergizi gratis ( MBG ) akan dihentikan sementara selama masa libur tahun ajaran 2026/ 2027.

Diketahui, libur sekolah akan dimulai pada akhir Juni sampai pertengahan Juli 2026.

Penghentian sementara program MBG ini dilakukan seiring berkurangnya aktivitas belajar mengajar di sekolah, sekaligus dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi.

Termasuk untuk membenahi pelaksanaan program dan mengaudit seluruh dapur penyedia MBG.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga ketika program kembali berjalan pada tahun ajaran baru.

Kebijakan ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari.

"Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik, lebih rapi," ujar Agustina.

Selama periode libur sekolah, kata Agustina, pihaknya akan fokus untuk melakukan pembenahan di berbagai sektor pendukung.

Audit dapur adalah salah satu langkah perbaikan yang tengah dilakukan BGN untuk program MBG ini.

Audit akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas dapur, standar keamanan pangan, sistem distribusi makanan, hingga kesiapan sumber daya manusia hingga sistem pendataan penerima manfaat.

Lebih lanjut, Agustina mengatakan bahwa BGN akan akan melakukan transformasi, mulai dari SDM, tata kelola, hingga data.

"Tidak mungkin kami membuat kebijakan tanpa data yang jelas," katanya.

Untuk menyempurnakan data, BGN telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga yang telah memiliki basis data penerima manfaat.

Bahkan, Agustina menjelaskan saat ini pihaknya juga melakukan refocusing atau penajaman sasaran penerima manfaat MBG.

Hal ini dilakukan agar intervensi gizi lebih tepat sasaran dengan memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan dan juga meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris