Nasional

Termasuk Dalam Kategori Jenis Penyakit Paling Mematikan, Joko Widodo Bantah Sedang Mengalami Steven Johnson Syndrome!

Oleh: Karseno AJ Senin 23 Jun 2025, 20:39 WIB
Termasuk Dalam Kategori Jenis Penyakit Paling Mematikan, Joko Widodo Bantah Sedang Mengalami Steven Johnson Syndrome!

AYOJAKARTA.COM – Istilah Steven Johnson Syndrome atau SJS, sempat diberikan kepada Presiden Ketujuh Indonesia Joko Widodo.

Adanya kelainan pada bagian kulit wajah hingga tampak pada bagian tangan Joko Widodo usai kembali dari Vatikan, ditengarai akibat Steven Johnson Syndrome atau SJS.

Meski dugaan Steven Johnson Syndrome atau SJS sempat disanggah orang terdekat di lingkaran Joko Widodo, sebagian kalangan justru belum mampu mengimaninya.

Baca Juga: Dianggap Sebagai Hasil Kerja Operasi Intelijen yang Hebat, Benarkah Joko Widodo Mengalami Gangguan Kepribadian?

Menurut Kompol Syarif Fitriansyah yang merupakan Ajudan Jokowi, kondisi kesehatan kulit Presiden Ketujuh Indonesia saat ini sudah membaik.

“Kalau kita lihat secara visual, kulit Bapak memang agak berubah, tapi secara fisik Beliau sangat-sangat sehat walafiat,” ungkap Kompol Syarif dikutip Ayojakarta dari YouTube Official iNews.

Lebih lanjut Kompol Syarif menambahkan, perubahan pada bagian kulit Jokowi terjadi akibat adanya alergi yang menyebabkan timbulnya peradangan.

Pernyataan terkait kondisi kesehatan kulit Jokowi tersebut disampaikan langsung saat merayakan hari jadi ke-64 pada 21 Juni 2025 lalu.

Baca Juga: Perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta Berjalan Meriah, Seniman Betawi Mendesak Agar Pejabat Daerah Tidak Melupakan Sejarah!

Terkait munculnya anggapan mengenai kondisi kesehatan Jokowi yang disebabkan oleh salah satu syndrome paling mematikan, dr. Riza Ramadhani, Sp.DV memberi penjelasan.

Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, SJS merupakan bentuk reaksi berlebihan atau hipersensitivitas yang dilakukan oleh tubuh terhadap suatu kondisi eksternal.

Selain disebabkan karena mengkonsumsi obat Allopurinol dan Antibiotik yang berlebih, reaksi berlebihan juga dapat ditimbulkan akibat infeksi virus ataupun bakteri.

Pada kondisi yang cukup ekstrim, SJS dapat menyebabkan terjadinya kematian sel pada kulit atau dalam istilah medis dikenal dengan Nekrosis.

Baca Juga: Politisi Senior PDIP Ungkap Fakta Mengejutkan Tentang Joko Widodo! Ternyata Bukan Sekedar Ijazah Palsu, Tapi Juga Ini

“Nekrosis itu akan menyebabkan bagian kulit paling luar atau epidermis itu sangat mudah terlepas,” terang dr. Riza dikutip Ayojakarta dari Youtube Sentra Media Hospital Group.

Disamping terdapat pada bagian tubuh dan area wajah, pelepasan epidermis juga berpotensi terjadi pada kulit kelamin.

Seseorang yang mengalami SJS, menurut dr. Riza akan mengalami sejumlah gejala seperti batuk, pilek, peradangan pada tenggorokan yang disertai dengan melemahnya tubuh.

Diawali dengan bercak atau ruam pada bagian permukaan kulit khususnya area wajah, gejala akan meningkat hingga menjadi seperti mengalami lepuhan.

Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 PT Pos dan Status Bantuan Tambahan Rp400 Ribu, Pencairan Mulai Terlihat!

Bercak lepuhan pada bagian kulit, menurut dr. Riza akan berisi cairan yang akan menyebar saat terkena gesekan.

Tampilan fisik seseorang yang mengalami SJS, menurut dr. Riza akan terlihat seperti baru saja mengalami luka bakar.

Penanganan yang tidak sesuai aturan medis seperti pemeriksaan dan pemberian cairan serta Nasogastrik sebagai pengganti makanan, dapat menyebabkan kematian. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Katarina Erlita