AYOJAKARTA.COM - Kabar mengenai kondisi kesehatan Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan publik.
Usai melakukan kunjungan ke Vatikan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus, Presiden ke-7 Republik Indonesia itu disebut mengalami reaksi alergi yang memengaruhi penampilan fisiknya, terutama pada bagian wajah.
Perubahan ini pertama kali diketahui publik saat Jokowi muncul di depan kediamannya pada Sabtu, 21 Juni 2025, untuk menerima ucapan ulang tahun dari masyarakat.
Baca Juga: Kabar Gembira KPM! Penerima PKH Kini Terima BPNT dan Bantuan Tambahan Rp400 Ribu Plus Beras 20 Kg
Banyak yang memperhatikan adanya perubahan visual pada kulit wajah Jokowi, yang kemudian memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan soal penyakit autoimun.
Menanggapi hal tersebut, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, ajudan Jokowi, memberikan klarifikasi. Menurutnya, perubahan penampilan Jokowi disebabkan oleh alergi, bukan karena penyakit serius lainnya.
“Secara fisik, Bapak dalam kondisi sehat. Tidak ada masalah besar selain alergi yang sempat menimbulkan peradangan pada kulit,” ujar Syarif.
Ia menambahkan bahwa radang akibat alergi tersebut kini mulai membaik. Syarif pun menegaskan bahwa informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Jokowi hanya bisa dijelaskan oleh dokter pribadi beliau.
Baca Juga: Resmi! Hanya Dua Golongan KPM yang Bisa Terima Bansos Tambahan Rp400 Ribu di Bulan Juni 2025
Spekulasi publik mengenai kemungkinan penyakit autoimun juga dibantah oleh Syarif. Ia menyebut bahwa tudingan tersebut terlalu jauh dan tidak berdasar, apalagi kondisi Jokowi masih dalam pengawasan medis yang profesional.
Ajudan Jokowi itu juga memastikan bahwa aktivitas Presiden Indonesia ke-7 itu tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh kondisi tersebut.
“Tidak ada pembatasan kegiatan. Beliau tetap aktif, hanya saja perlu perhatian lebih terhadap alergi yang dialaminya,” tambah Syarif.
Sebelumnya, Jokowi melakukan perjalanan ke Vatikan dalam rangka kunjungan kenegaraan dan hadir dalam upacara penghormatan terakhir untuk Paus Fransiskus.
Setelah kembali ke Tanah Air, tanda-tanda iritasi kulit mulai terlihat dan menjadi pembicaraan luas di media sosial.***