Nasional

Ketum PSI Bantah Pernyataan Sekjen PKS Soal Cawe-Cawe Presiden Jokowi di Pilkada Jakarta

Oleh: Karseno AJ Sabtu 29 Jun 2024, 14:10 WIB
Terkait dengan adanya dugaan cawe-cawe yang dilakukan Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep memberikan tanggapan.

AYOJAKARTA.COM – Dugaan Presiden Jokowi cawe-cawe dalam penyelenggaraan Pilkada Jakarta mulai menguat di tengah-tengah masyarakat.

Presiden Jokowi disebut-sebut sudah mulai menawarkan nama Kaesang Pangarep ke sejumlah partai politik untuk ikut berlaga di Pilkada Jakarta mendampingi Ridwan Kamil.

Kabar adanya cawe-cawe yang dilakukan Presiden Jokowi dalam ajang Pilkada Jakarta tersebut, sempat disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PKS.

Kepada awak media, Aboe Bakar Al Habsyi menyebut cawe-cawe sudan merupakan hal biasa yang dilakukan Presiden Jokowi sehingga tidak perlu disikapi secara berlebih.

“Kan sudah biasa dia cawe-cawe jadi nggak ada masalah, sudah duet Kaesang-RK juga sudah disodorkan,” ungkap Aboe.

Terkait dengan adanya dugaan cawe-cawe yang dilakukan Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep memberikan tanggapan.

Melalui pernyataan tertulis, Kaesang menyebut pernyataan Sekjen PKS tidak berdasar pada fakta dan merupakan bentuk kebohongan publik.

Baca Juga: Yakin Kliennya Hanya Korban Salah Tangkap, Kuasa Hukum Pegi Setiawan Tunjukkan Enam Alat Bukti yang Tidak Pernah Diungkap!

“Pak Jokowi tidak pernah menawarkan nama saya ke partai-partai, silahkan cek atau sebut partai mana yang pernah ditawari Pak Jokowi,” tulis Kaesang.

Lebih lanjut Ketua Umum PSI yang merupakan putra bungsu Jokowi tersebut menegaskan, keikutsertaan seseorang dalam kontestasi politik berada di tangan Ketua Umum partai.

Pernyataan cawe-cawe oleh Sekjen PKS juga mendapat tanggapan dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.

Menurut Ali Mochtar, seluruh pihak harus lebih jeli dan teliti dalam menerima informasi sehingga tidak mudah terpancing oleh desas-desus atau fitnah.

Lebih lanjut Ali Mochtar menambahkan, dalam demokrasi setiap orang memiliki hak untuk maju dalam kontestasi karena sesuai konstitusi.

Sehubungan dengan adanya dugaan cawe-cawe Presiden Jokowi, Waketum Partai Gerindra Habiburokhman menilai bukan lagi menjadi persoalan.

“Pernyataan Aboe Bakar Al Habsyi sudah dibantah oleh Ketua Umum PSI, bahwa tidak benar Presiden Jokowi menawarkan Mas Kaesang ke partai-partai politik,” ujarnya.

Disamping itu, Habiburokhman menganggap perang pernyataan masih terlalu dini dan prematur untuk terus disikapi.

Sebab, sampai dengan hari ini masih belum ada satupun partai politik yang secara konstitusional sudah mengusung pasangan cagub-cawagubnya.

Berhembusnya nama Kaesang dalam Pilkada Jakarta untuk mendampingi RK, sebelumnya juga pernah disampaikan oleh Ketua Umum PAN.

Baca Juga: Pahami 4 Hal Ini agar Kamu Tidak Tersesat dalam Karier

Saat menemui Presiden Jokowi, Zulkifli Hasan sempat membicarakan salah satu peluang menang dalam Pilkada adalah dengan menyertakan Kaesang.

“Saya lapor waktu itu, Pak Presiden kalau Kaesang boleh nggak? Pak Presiden bilang jangan,” jelas Zulhas kepada awak media.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam