Nasional

Kejutan Juni 2025! 66,92 Triliun Rupiah Siap Disalurkan untuk 1,52 Juta Guru ASN Sepanjang 2025

Oleh: Fina Salsabila Aura Sabtu 24 Mei 2025, 13:30 WIB
Kejutan Juni 2025! 66,92 Triliun Rupiah Siap Disalurkan untuk 1,52 Juta Guru ASN Sepanjang 2025

AYOJAKARTA.COM - Kabar gembira datang untuk para guru yang telah bersertifikasi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus dan Tambahan Penghasilan Guru Aparatur Sipil Negara, pemerintah akan mempercepat pencairan tunjangan profesi guru (TPG) untuk triwulan kedua tahun 2025 menjadi bulan Juni.

Ini merupakan percepatan signifikan mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, tunjangan triwulan kedua biasanya baru cair pada bulan Juli.

Baca Juga: Terinspirasi Workshop, Mahasiswa UM Bandung Serbu Ayobandung.id dengan Tulisan Orisinal

Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam pencairan triwulan pertama, di mana baru sekitar 85-90% guru yang telah menerima tunjangan, sementara sebagian daerah masih dalam proses pencairan hingga akhir bulan Mei 2025.

Percepatan ini dimungkinkan karena proses validasi dan verifikasi rekening guru pada triwulan pertama telah selesai, yang akan mempermudah dan mempercepat proses pencairan untuk triwulan kedua.

Sebagaimana dijelaskan oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan Indonesia, "Kalau bulan lalu mungkin teman-teman media ingat kami menyampaikan bahwa pemerintah pusat melakukan penyaluran langsung tunjangan guru ASN daerah di tahun 2025.

Jadi kalau dulu sebelumnya penyalurannya itu melalui rekening kas umum daerah dari APBN ke rekening kas daerah baru disalurkan ke rekening guru.

Baca Juga: KJP Plus DKI Jakarta Cair Dobel Hari Ini, PKH Tahap 2 Ada Nominal Tambahan Rp2,7 Juta

Kalau sekarang mulai bulan Maret kemarin penyalurannya adalah langsung dari kas negara kepada rekening guru dan ini membuat sampainya dana itu ke rekening guru itu lebih tepat waktu pastinya tepat jumlah dan bisa kita desain secara baik."

Sistem penyaluran langsung ini telah terbukti efektif, dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar 66,92 triliun rupiah untuk seluruh tahun 2025, yang akan disalurkan secara triwulanan kepada lebih dari 1,52 juta guru ASN daerah.

Revolusi sistem penyaluran tunjangan guru telah menunjukkan hasil yang menggembirakan pada triwulan pertama tahun 2025.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan data pencapaian yang mengesankan, "Untuk penyaluran tahap 1 yang dimulai di bulan Maret kemarin penyaluran Maret sudah selesai 7,19 triliun penyaluran April sudah selesai 3,85 triliun Dan kalau kita lihat keduanya ini berarti saat ini sudah sekitar 900.000 guru telah menerima tunjangan guru ASN langsung dari kas negara."

Baca Juga: Kontroversi Ijazah Jokowi: Mengapa Jokowi Masih Jadi Headline Setiap Hari Meski Tak Lagi Menjabat?

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pada akhir bulan April hingga bulan Mei akan disalurkan lagi sebesar 5,7 triliun rupiah untuk 650.000 guru.

Sistem penyaluran langsung ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memastikan ketepatan waktu dan jumlah yang diterima guru, menghilangkan potensi keterlambatan yang seringkali terjadi dalam sistem sebelumnya yang melalui rekening kas umum daerah.

Testimoni positif dari para guru di lapangan juga mulai bermunculan, seperti yang disampaikan oleh seorang guru dari SMPN 1 Kandang di Gorontalo yang mengapresiasi sistem penyaluran langsung ini melalui media sosial.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan optimisme dengan mengatakan bahwa "penyaluran tahap kedua di kuarter 2, quarter 3, quarter 4 bisa lebih cepat karena telah dilakukan validasi dari rekening-rekening guru yang validasinya memang dilakukan pada Triwulan 1 ini."

Baca Juga: Bareskrim Tutup Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Beri Respons Mengejutkan 'Saya Gak Puas'

Sri Mulyani juga menegaskan komitmen pemerintah dengan menyatakan, "moga-moga kita lanjutkan terus ke depannya supaya kesejahteraan guru-guru kita itu bisa jadi lebih baik lagi ke depannya."

Keberhasilan sistem ini diharapkan dapat terus dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru di masa mendatang.

Kabar bahagia kedua datang untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum bersertifikasi, khususnya yang berstatus non-PNS dan non-P3K.

Berdasarkan surat resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia tertanggal 19 Mei 2025, telah ditetapkan calon penerima tunjangan insentif guru PAI bukan PNS dan bukan P3K tahun 2025.

Penetapan ini merupakan hasil sinkronisasi data antara DPAT PAI dengan Direktorat GTK Madrasah terkait penerima tunjangan insentif dan tunjangan khusus bagi guru-guru madrasah tahun 2025.

Para calon penerima diwajibkan untuk segera melengkapi berkas-berkas persyaratan melalui aplikasi SIAGA yang dikhususkan untuk guru di bawah naungan Kementerian Agama.

Berbeda dengan aplikasi Dapodik yang digunakan oleh guru di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Direktur Pendidikan Agama Islam, Bapak Dr. M. Munir S.Ag, M.A, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam, telah mengeluarkan arahan resmi untuk para guru PAI agar segera melengkapi persyaratan administratif.

Dokumen yang harus dilengkapi meliputi nama rekening, nomor rekening, nama bank, scan buku rekening, SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak), dan berkas pendukung lainnya. Batas waktu pengumpulan berkas ditetapkan paling lambat tanggal 27 Mei 2025.

Sehingga para guru PAI harus segera bergerak cepat untuk memenuhi persyaratan tersebut. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada guru-guru PAI yang selama ini belum mendapatkan tunjangan sertifikasi, namun tetap berjuang mendidik generasi bangsa dengan dedikasi tinggi.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Katarina Erlita