Nasional

Polemik Ijazah Palsu Jokowi Tak Tuntas-tuntas, Relawan Minta Megawati Turun Gunung! Begini Respon Ketum PDIP

Oleh: Asti Aureli Septania Minggu 18 Mei 2025, 13:56 WIB
Polemik Ijazah Palsu Jokowi Tak Tuntas-tuntas, Relawan Minta Megawati Turun Gunung! Begini Respon Ketum PDIP

AYOJAKARTA.COM – Polemik tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, masih belum tuntas hingga kini dan terus bergulir di Polda Metro Jaya.

Setelah melaporkan sejumlah pihak yang diduga menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi, proses penyelidikan masih berlangsung dengan pemeriksaan puluhan saksi dan pengumpulan barang bukti, termasuk fotokopi ijazah dan dokumen pendukung lainnya.

Menanggapi polemik yang belum usai ini, relawan Pro Jokowi (Projo) meminta Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk turun tangan dan membantu meredakan situasi.

Baca Juga: Kisah Inspiratif di Tanah Suci: Nenek Sumbuk, 109 Tahun Asal Bekasi, Simbol Kekuatan Iman Tiba di Jeddah

Mereka berharap Megawati dapat memberikan dukungan dan klarifikasi agar isu ini tidak terus berlarut-larut dan merugikan citra Presiden Jokowi serta partai pengusungnya.

Respon Megawati soal polemik ijazah palsu Jokowi

Sementara itu, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyarankan agar Jokowi segera menunjukkan ijazah aslinya ke publik agar polemik ini tidak berkepanjangan.

Megawati menilai jika ijazah tersebut memang asli, maka tidak ada alasan untuk menutup-nutupi dan cukup dengan menunjukkan dokumen tersebut secara transparan.

Baca Juga: Makin Panas! Dedi Mulyadi Singgung Sikap DPRD Fraksi PDIP yang Walk Out saat Musrenbang: Renungi, Ingin Dilibatkan tapi Tak Mau Terlibat

“urusan ijazah benar apa enggak kok susah amat, ya tinggal diliatin,” ujar Megawati sebagaimana dikutip dari tvOneNews pada Minggu 18 Mei 2025.

Langkah Jokowi soal tudingan ijazah palsu

Saat ini, Jokowi sudah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian dan menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk membersihkan namanya dari tuduhan tersebut.

Kuasa hukum Jokowi juga menegaskan bahwa ijazah asli sudah diserahkan ke Bareskrim Polri, sehingga permintaan membuka ijazah secara langsung di publik tidak bisa dipenuhi demi menjaga proses hukum yang berjalan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kredibilitas seorang mantan presiden dan dinamika politik nasional. ***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Katarina Erlita