AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Pramono Meminta Maaf atas Kemacetan di Tanjung Priok
Gubernur Jakarta, Pramono, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terkait kemacetan parah yang terjadi di kawasan Tanjung Priok selama tiga hari berturut-turut.
Dalam pernyataannya yang disampaikan dengan nada penuh keresahan, Gubernur Pramono menjelaskan bahwa kemacetan tersebut disebabkan oleh ketidakprofesionalan pengelola pelabuhan.
Yakni Pelindo melalui unit operasionalnya NPC One, yang telah memaksakan kapasitas pengangkutan di pelabuhan jauh melebihi kapasitas normalnya.
Baca Juga: 13 HP Spesifikasi Dewa Turun Harga Hingga 3 Juta Rupiah di 2025
"Peristiwa yang terjadi di Tanjung Priok ini sungguh membuat saya resah. Untuk itu secara khusus saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya walaupun sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintah Jakarta," ungkap Gubernur Pramono dengan tegas.
Menurut penjelasan beliau, pelabuhan Tanjung Priok seharusnya hanya menampung sekitar 2.500 truk per hari sesuai dengan kapasitas yang telah dirancang.
Namun faktanya, pihak pengelola memaksakan hingga 4.000 truk per hari masuk ke area pelabuhan, dan berdasarkan laporan terbaru dari Kepala Dinas Perhubungan yang diterima Gubernur Pramono pada pagi harinya.
Jumlah truk yang masuk bahkan mencapai angka mengejutkan yaitu 7.000 truk per hari, hampir tiga kali lipat dari kapasitas normal.
Baca Juga: Petugas dan Jemaah Haji 2025 Diminta Bijak Bermedia Sosial
Menindaklanjuti permasalahan serius ini, Gubernur Pramono telah mengambil langkah tegas dengan meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran keras kepada pihak pengelola pelabuhan.
"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran sekeras-kerasnya karena sudah 3 hari kemacetan ini enggak boleh terjadi kembali," tegas Gubernur Pramono.
Beliau juga menyoroti bahwa meskipun pihak Pelindo telah secara resmi dan terbuka meminta maaf baik kepada pemerintah provinsi Jakarta maupun kepada masyarakat luas yang terkena dampak langsung dari kemacetan tersebut, tanggung jawab sebagai pemimpin daerah tetap berada di pundaknya.
"Tetapi apapun karena ini terjadi di Jakarta, sebagai Gubernur Jakarta saya bertanggung jawab dan memohon maaf atas kejadian tersebut dan tidak boleh terjadi kembali," tambah Gubernur Pramono dengan penuh tanggung jawab.
Dalam rangka mencegah kejadian serupa di masa mendatang, Gubernur Pramono bahkan mengisyaratkan kemungkinan mengambil langkah lebih jauh dengan mengirimkan surat peringatan keras secara langsung kepada pihak Pelindo.
Meskipun saat ini masih dalam tahap pertimbangan apakah cukup melalui Dinas Perhubungan atau perlu intervensi langsung dari gubernur.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang telah dilakukan oleh tim Dinas Perhubungan DKI Jakarta, situasi di dalam area pelabuhan Tanjung Priok sangat memprihatinkan dengan terjadinya kemacetan total di mana truk-truk sama sekali tidak dapat bergerak (jam).
Baca Juga: Sebanyak 55.000 Jemaah Haji 2025 Akan diikutkan Skema Murur
"Setelah dilakukan pengecekan lapangan memang di dalamnya terjadi jam, apa enggak bergerak, dan bukan 4.000 truk per hari ternyata 7.000 truk per hari," jelas Gubernur Pramono merinci hasil pengecekan tersebut.
Pihak pengelola pelabuhan, saat dikonfirmasi, beralasan bahwa peningkatan jumlah truk yang sangat signifikan tersebut dilakukan untuk memanfaatkan momentum setelah libur panjang tiga hari berturut-turut pasca perayaan Lebaran Idul Fitri, dengan harapan dapat mengejar target pengiriman barang.
Namun Gubernur Pramono dengan tegas menekankan bahwa alasan apapun tidak bisa membenarkan dampak luar biasa besar yang ditimbulkan terhadap sistem transportasi Jakarta dan kenyamanan warganya.
"Tetapi sekali lagi dampaknya kepada orang yang menggunakan transportasi di dalam Jakarta dampaknya luar biasa," kata Gubernur Pramono dengan nada prihatin.
Baca Juga: Kartu KJP Plus Bisa Dipakai Buat Jalan-Jalan? Cek Tempat Wisata yang Bisa Diakses Gratis
Sebagai langkah konkret, Gubernur Pramono telah menyatakan akan memberikan peringatan sekeras mungkin kepada pihak terkait, meskipun format peringatan tersebut masih dalam tahap perumusan.
"Saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan maupun nanti saya sendiri akan memberikan peringatan sekerasnya, bentuknya apa sedang kita rumuskan," pungkas Gubernur Pramono, menegaskan komitmen dan keseriusannya dalam menangani persoalan serius ini.***