AYOJAKARTA.COM -- Para petugas haji dan calon jemaah haji diimbau untuk lebih bijak jika mengunggah foto atau video di media sosial.
Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu berpesan kepada jemaah haji untuk bijak bermedia sosial selama di Arab Saudi. Dia berhadap, para jemaah membuat konten yang baik.
"Kalau ada jemaah yang ingin menyampaikan informasi, agar menyampaikan yang bermanfaat. Baik untuk jemaah haji maupun untuk masyarakat Indonesia," ujar Ismail, di Asrama Haji Jakarta Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (18/4/2025).
Dia pun meminta kepada para ketua kloter untuk aktif mengingatkan jemaah haji dalam membuat konten.
"Mengingatkan jemaah masing-masing agar mengikuti yang sudah kami sampaikan," tambahnya.
Baca Juga: Sebanyak 55.000 Jemaah Haji 2025 Akan diikutkan Skema Murur
Ismail melanjutkan, konten negatif harus dihindari oleh jemaah maupun petugas haji selama berhaji.
"Jika negatif lebih baik tidak usah diunggah, karena justru bisa menimbulkan keresahan di masyarakat," paparnya.
Dia mencontohkan, konten mengenai keluhan konsumsi yang tidak layak makan atau basi masih sering terjadi. Padahal itu merupakan ketidakpatuhan terhadap jadwal makan.
Baca Juga: Simpel! Cara Download dan Pakai SEB untuk Tes Online BUMN 2025
Setiap nasi box wajib dikonsumsi maksimal 3 jam setelah dibagikan, nun masih banyak jemaah yang menunda dan mengumpulkan makanan untuk dikonsumsi di atas 3 jam sehingga dipastikan bakal basi.
"Ketika makanan tersebut tidak layak konsumsi, diunggah ke sosial media dan diberi narasi negatif. Hal itu amat berdampak buruk," jelas dia mencontohkan.

Share this article
Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu berpesan kepada jemaah haji untuk bijak bermedia sosial selama di Arab Saudi.