AYOJAKARTA.COM — Mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP menanggapi soal polemik nyamuk wolbachia yang digadang-gadang dapat mengatasi kasus DBD.
Eks Menkes Siti Fadilah Supari pun membongkar fakta mengejutkan soal nyamuk wolbachia.
Polemik soal nyamuk wolbachia pun menuai banyak kontra dari publik hingga dugaan bahwa Wolbachia adalah proyek Bill Gates.
Siti Fadilah sendiri mengatakan bahwa Bill Gates memiliki ketertarikan dalam meneliti nyamuk.
Penyebaran nyamuk wolbachia ditemukan oleh Profesor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan membuat Bill Gates ingin menyebarkan penemuan itu ke seluruh dunia.
Dalam YouTube CERITA UNTUNGS, eks Menkes itu juga cerita bahwa ada seorang temannya dari Bali yang meminta agar wolbachia tidak disebar di Bali.
Hal itu dikhawatirkan akan membuat wisatawan ogah untuk datang ke Bali.
Sementara itu, ia menjelaskan alasan mengapa ia menolak penyebaran nyamuk tersebut.
Menurutnya, impact dari penyebaran wolbachia masih belum jelas untuk beberapa tahun ke depan.
“Impact-nya terhadap ekologi habitat itu dia belum jelas, kira-kira efeknya setelah tiga tahun atau lima tahun seperti apa nggak jelas,” kata Siti Fadilah Supari.
Siti Fadilah juga mengatakan bahwa di Sri Lanka kini terdapat nyamuk ganas setelah tiga tahun. Hingga Singapura pun memutuskan untuk tidak ikut dalam program penyebaran wolbachia.
“Di Srilanka tiga tahun kemudian itu terjadi terdapat nyamuk yang ganas banget, di Singapura tadinya ikut tapi ternyata timbul 50 cluster nyamuk baru kemudian jumlahnya dua kali lipat akhinya memutuskan keluar dari program,” pungkasnya.
Selain impact, meskipun diklaim dapat mengatasi DBD namun efek terhadap nyamuk lain pun juga dianggap belum jelas.
“Kalau dampaknya bagi manusia bahwa itu akan menurungkan angka demam berdarah tapi efek terhadap nyamuk yang lain gimana misalkan terhadap culex itu tidak dibahas,” tuturnya.***