AYOJAKARTA.COM — Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan memberikan penegasan kuat terkait komitmennya untuk menjamin keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Anies menekankan pentingnya memberikan kritik terbuka terhadap pemerintahan.
Hal tersebut Anies sampaikan pada saat menghadiri diskusi bersama seniman di Bandung, Jawa Barat pada Minggu, 28 Januari 2024.
Anies menyampaikan tidak selamanya pemerintah itu benar terus, pasti akan ada kekeliruan.
"Mungkin yang namanya berada di dalam pemerintahan itu benar terus, gak mungkin pasti akan ada ruang kekeliruan, pasti ada ruang kesalahan, dan itu adalah ruang untuk kritik," ujar capres Anies Baswedan sambil mendapat tepuk tangan dari pendukungnya, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV, pada Senin, 29 Januari 2024.
Capres Anies Baswedan juga menyoroti realitas bahwa saat ini banyak orang yang merasa takut untuk mengkritik.
"Jadi Apakah besok, Anies akan membawa ke pengadilan orang yang mengkritik atau menuntut? Lihat aja di Jakarta kemarin. Di Jakarta kurang apa coba, bukan hanya kritik, fitnah, diputarbalikkan. Apakah ada yang dilaporkan ke polisi? Nggak Ada, kemarin tidak melaporkan, besok tidak melaporkan. Kalau kemarin lapor, besok lapor, Kalau kemarin enggak lapor ya besok enggak lapor," tegasnya.
Anies menyatakan keinginannya untuk merubah mindset masyarakat yang takut untuk mengkritik. Ia berkomitmen untuk memerdekakan republik ini dalam memberikan kritik kepada negara.
"Justru itu yang mau kita ubah, masa hari ini orang takut untuk mengkritik. Mulai kapan negeri ini jadi negeri yang tak isinya orang-orang yang diberikan rasa takut. Kita harus kembali memerdekakan republik ini di dalam memberikan kritik kepada negara dan itu komitmen kita," ungkapnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Janji akan Normalisasikan Status Organisasi FPI dan HTI Jika Terpilih Jadi Presiden
Terkait aturan-aturan seperti Undang-Undang ITE yang dianggap elastis, Anies berjanji akan merevisi aturan tersebut untuk menghindari penyalahgunaan.
"Aturan-aturan seperti Undang-Undang ITE yang kayak karet itu, Insyaallah itu akan kita revisi supaya tidak bisa dimanfaatkan. Kemudian juga pasal-pasal yang lain gitu ya," pungkasnya dengan optimisme.***