AYOJAKARTA.COM -- Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya akan mundur dari posisi Menteri Koordinator bidang Politik Keamanan dan HAM (Menkopolhukam).
Mahfud MD menyatakan dirinya masih menunggu saat yang tepat untuk mengajukan pengunduran diri dengan baik-baik tanpa ada pertentangan.
Hal ini disampaikan dalam acara Tabrak Prof! yang digelar di Semarang pada hari Selasa 27 Januari 2024.
“Saya pada saat yang tepat, nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik. Jadi tidak ada pertentangan,” ujar Mahfud MD dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Sabtu (27/1/2024).
Cawapres nomor urut 3 mengatakan bahwa pernyataan dirinya usai debat cawapres yang mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo merupakan isyarat darinya akan mundur dari jabatan Menkopolhukam.
Pada kesempatan yang sama Mahfud MD mengungkap alasan mengapa belum juga dilakukan pengunduran dirinya hingga saat ini.
Berdasarkan aturan memang tidak ada larangan jika menjadi calon presiden tetapi masih merangkap jabatan di pemerintahan.
Kendati demikian Mahfud MD memastikan bahwa dirinya tidak menggunakan kedudukannya sebagai Menkopolhukam untuk kepentingan dirinya dalam berkampanye.
“Saya juga ingin memberikan contoh, kalau saya menjadi cawapres apakah saya menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan saya? tentu tidak,” ungkapnya.
Tak berselang lama dengan pengakuan mundurnya Mahfud MD dari jabatannya, Presiden Jokowi secara mengejutkan juga berstatement dan mengatakan bahwa presiden boleh berkampanye dan memihak ke salah satu paslon.
Pengamat Politik sekaligus pendiri lembaga survei Kedai Kopi Hendro Satrio alias Hensat buka suara terkait mundurnya Mahfud MD dari Menkopolhukam.
Menurutnya dengan mundurnya Mahfud MD dari kabinet menjadi tekanan tersendiri bagi Presiden Jokowi karena mundur bukan karena kasus pidana.
“Ada pukulan tersendiri juga bagi Pak Jokowi yang mungkin untuk kali pertamanya ya ditinggal menterinya yang mengundurkan diri tidak karena kasus pidana,” ujar Hensat.
Lebih lanjut pengamat politik menyebut bahwa Mahfud MD dinilai sebagai duri dalam daging bagi Presiden Jokowi karena melawan anak sulungnya yakni Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pilpres 2024.
“Mungkin diartikan sebagai duri dalam dalam daging ya oleh Pak Jokowi karena Mahfud kan melawan anaknya,” kata dia.
“Pak Mahfud masih quote and quote yang nggak usah resign jadi biarin aja Pak Jokowi menerima perihnya adanya duri dalam daging karena di kabinetnya ada menterinya yang melawan darah dagingnya sendiri,” sambungnya.
Kendati demikian menurut Hendro Satrio, Presiden Joko Widodo telah menyetujui pengunduran diri tersebut, sehingga ia menyarankan agar Mahfud MD segera mengundurkan diri.
Menurutnya mundurnya cawapres nomor urut 3 dari jabatan Menkopolhukam dinilai sebagai hal yang positif terkait dengan etika dalam berpolitik.
“Segera saja mengundurkan diri, dan itu bisa jadi sebuah torehan positif untuk etika dalam berpolitik yang dilakukan oleh Prof Mahfud,” ujar Hensat.
Baca Juga: Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Hina Gibran, Mahfud MD: Silakan Laporkan, Semuanya Mental
“Sekaligus ini juga bisa menjadi tekanan tersendiri bagi Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang juga memiliki jabatan di struktur eksekutif negara ini,” sambungnya.***