Nasional

2 Provinsi di Indonesia Dapat Peringatan Cuaca Berklasifikasi 'Awas' dari BMKG

Oleh: Admin Kamis 25 Jan 2024, 18:28 WIB
BMKG telah mengidentifikasi dua provinsi di Indonesia yang memiliki potensi curah hujan tinggi dengan klasifikasi awas.

AYOJAKARTA.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi dua provinsi di Indonesia yang memiliki potensi curah hujan tinggi dengan klasifikasi awas.

Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan menjadi perhatian khusus, dengan BMKG memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di kedua provinsi ini dapat berlangsung hingga Februari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan bahwa sekitar 70 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Pada akhir Januari 2024, NTB dan Sulawesi Selatan menjadi wilayah dengan potensi curah hujan tinggi berklasifikasi Awas.

Selain itu, beberapa provinsi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, Sulawesi Selatan, dan Papua, masuk dalam klasifikasi siaga, sementara provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat berada dalam klasifikasi waspada.

Ardhasena mengimbau masyarakat untuk mengambil tindakan preventif selama musim hujan. Langkah-langkah seperti mengonsumsi makanan dan vitamin bergizi, menggunakan pakaian hangat, serta selalu menyediakan payung atau jas hujan ketika beraktivitas di luar ruangan dianggap penting.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Ketajaman Mata Menurun? Latihlah dengan Temukan 6 Perbedaan pada Gambar dalam 14 Detik!

Selain itu, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan juga menjadi fokus penting, agar masyarakat dapat terhindar dari penyebaran penyakit yang umumnya meningkat selama musim hujan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa ancaman cuaca ekstrem masih melibatkan sebagian besar wilayah Indonesia hingga Februari mendatang. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan siap-siaga menghadapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Dwikorita menjelaskan bahwa potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia. Tiga penyebab utama yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem ini termasuk aktivitas Monsun Asia, daerah tekanan rendah di sekitar Laut Timor, Teluk Carpentaria, dan Samudra Hindia barat Sumatra, serta fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terkait dengan gelombang Rossby Ekuatorial.

Baca Juga: Kontroversi Pernyataan Jokowi Soal Presiden Boleh Kampanye, Pakar: Harus Diralat, Itu Berbahaya!

BMKG melalui peringat tersebut mengimbau masyarakat di NTB dan Sulawesi Selatan, bersama dengan wilayah lain yang berada dalam klasifikasi siaga dan waspada, diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan selama musim hujan ini. Diminta untuk waspada terhadap perubahan cuaca menjadi kunci untuk mengurangi potensi risiko bencana.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam