AYOJAKARTA.COM – Guna mengantisipasi potensi munculnya tumpang tindih jabatan, capres Ganjar Pranowo menyarankan agar Mahfud MD mengundurkan diri.
Pernyataan yang disampaikan Ganjar Pranowo saat berada di Kendal, Jawa Tengah tersebut, tidak hanya hanya ditujukan kepada Mahfud MD.
Menurut Ganjar Pranowo, penyalahgunaan wewenang sebagaimana melekat pada Mahfud MD atau capres Prabowo Subianto sangat mungkin terjadi di masa pemilu.
“Ada potensi conflict of interest, dan kami berdiskusi juga dengan Pak Mahfud soal itu, kita mesti hati-hati,” ungkap Ganjar.
Capres nomor urut tiga tersebut menambahkan, memastikan netralitas di masa pemilu merupakan keharusan sehingga perlu dijaga.
Baca Juga: Mahfud MD Siap Mundur dari Jabatan Menko Polhukam, Sebut Alasan Paling Kuat agar Jadi Contoh
Sebab penyalahgunaan beragam fasilitas negara seperti misalnya transportasi sangat mungkin terjadi jika netralitas tidak diindahkan.
“Alasannya kunjungan kerja tetapi di lokasi tujuan jadinya kampanye, dan rakyat bisa melihat, saya mengambil resiko itu,” imbuhnya.
Karena itu Ganjar menambahkan, menyarankan agar cawapres Mahfud MD bersedia untuk melepas jabatannya sebagai Menko Polhukam demi pemilu yang adil.
Mencuatnya pernyataan Ganjar tersebut sempat membuat sebagian kalangan beranggapan tengah terjadi perseteruan di pasangan nomor urut tiga.
Terkait dengan pernyataan capres Ganjar Pranowo dan anggapan tersebut, cawapres Mahfud MD yang juga merupakan Menko Polhukam memberi tanggapan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh cawapres Mahfud MD saat berdialog dengan ratusan pemilih muda.
Menurut Mahfud MD, narasi pengunduran diri dari jabatan Menko Polhukam merupakan wacana yang sudah sejak lama menjadi materi percakapannya dengan Ganjar Pranowo.
Mahfud MD menegaskan bahwa pengunduran dirinya sebagai Menko Polhukam merupakan sebuah janji yang bisa dipastikan.
Namun demikian Mahfud MD menambahkan, akan mencari momentum yang tepat sebelum secara de jure melepaskan jabatan.
“Bahwa saya pada saatnya yang tepat nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik,” ungkap Mahfud MD.
Lebih lanjut Mahfud MD menampik anggapan yang menilai pernyataan capres Ganjar Pranowo merupakan indikasi adanya perseteruan.
Rencana pengunduran diri juga sempat disampaikan Mahfud MD secara implisit saat debat cawapres dilangsungkan.
Dalam pernyataan penutupnya, Mahfud MD secara gamblang mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo.
“Saya percaya Presiden punya niat baik ke rakyat ketika mengangkat saya sebagai Menko Polhukam, dan saya membantunya,” imbuhnya.
Terkait dengan potensi penyalahgunaan fasilitas negara yang rentan dilakukan di masa kampanye, Mahfud MD memberi pernyataan.
“Saya nggak mau menggunakan jabatan saya, supaya ini ditiru oleh yang lain,” tegasnya.***