Nasional

Kemenkes Siap Produksi 40 Juta Telur Nyamuk Wolbachia, 5 Kota Ini Akan Jadi Lokasinya

Oleh: Linda Wati Sabtu 20 Jan 2024, 16:43 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa inovasi Wolbachia ini untuk menekan angka kasus DBD di Indonesia.

AYOJAKARTA.COM - Demi memberantas penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD), pemerintah siap membangun pabrik telur ber-wolbachia yang saat ini masih terbatas.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa inovasi Wolbachia ini untuk menekan angka kasus DBD di Indonesia.

Dikutip dari Instagram @siti_fadilah_supari, sekiranya akan diproduksi 40 juta telur nyamuk wolbachia yang dibutuhkan per minggu.

Hal tersebut merupakan salah satu inovasi untuk memberantas kasus DBD di Indonesia.

Rencananya, akan ada lima kota yang menjadi lokasi pilot project nyamuk ber-wolbachia.

Baca Juga: 7 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia: Yogyakarta Cuma Rp 5 Ribu Bisa Kenyang, Juara Kedua Kota Ini

Adapun lima kota tersebut antara lain Jakarta Barat, Bandung, Bontang, Semarang dan Kupang.

Namun, rencana itu ternyata menuai banyak kontra dari warganet. Muncul dugaan bahwa nyamuk ber-wolbachia ini berbahaya untuk manusia dan lingkungan.

Banyak dari warganet yang menentang adanya penyebaran wolbachia di Indonesia.

“Kenapa si rakyat harus jadi kelinci percobaan,” kata @novaxxxx.

Baca Juga: Siap Bergabung ke TKN Prabowo-Gibran, Khofifah Dinonaktifkan dari PBNU dan Muslimat NU?

“Kok produksi nyamuk, kenapa gak kasih kacang ijo, susu, telor anak anak kita,” kata @mypxxx.

“Lucu negara ini ya, hbskan trs uang bangum pabrik ga guna,” kata @gabrielxxxx.

Namun, apa sebenarnya apa itu nyamuk ber-wolbachia? Bagaimana keamanannya? lalu benarkah berbahaya bagi tubuh dan lingkungan?

Dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi p2p.kemkes.go.id Wolbachia adalah bakteri alami pada 60 persen serangga.

Wolbachia ini disebut tidak menginfeksi manusia atau Vertebrata yang lain, dan juga tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit

Selain itu, Wolbachia juga hidup dalam sel serangga dan dapat diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya melalui telur.

Reporter Linda Wati
Editor Aris Abdulsalam