AYOJAKARTA.COM - Beberapa kota di Indonesia yang saat ini menjadi ibu kota provinsi sudah berusia ratusan tahun. Bahkan ada sejumlah kota yang usianya sudah mencapai 1300 tahunan.
Kota-kota ini menjadi saksi sejarah dan warisan budaya yang kaya dari kepulauan yang beragam. Dari kota metropolitan yang ramai hingga permukiman tepi sungai yang tenang.
Setiap kota menceritakan kisah uniknya sendiri dari masa lalu.
Berikut ini adalah 9 kota kuno dan tertua di Indonesia yang masih eksis, bahkan berkembang menjadi kota metropolitan, versi oldest.org.
9. Denpasar (1788)
Denpasar, ibu kota Bali, tidak hanya terkenal dengan pantainya yang indah tetapi juga dengan warisan budayanya yang kaya. Kota tua ini mengungkapkan kuil-kuil kuno, termasuk Pura Jagatnatha yang ikonik, yang mencerminkan tradisi spiritual. Pasar ramai Denpasar, seperti Pasar Badung, memberikan gambaran tentang gaya hidup lokal.
Denpasar adalah kota terbesar dan ibu kota kabupaten Badung di Bali, yang dikenal dengan atraksi budayanya dan Puputan Square yang mengenang pertempuran tahun 1906 antara Raja Badung melawan Militer Belanda.
8. Yogyakarta (1755)
Yogyakarta, sering disebut sebagai Yogya, memiliki tempat khusus dalam sejarah dan budaya Indonesia. Kota tua ini, berpusat di sekitar area Malioboro yang ramai, menampilkan perpaduan arsitektur tradisional dan kolonial. Kota ini memiliki bangunan-bangunan bersejarah seperti benteng Vredeburg, gedung ikonik Bank Indonesia, dan kantor pos.
Yogyakarta, yang menjadi ibu kota Indonesia dari tahun 1946 hingga 1949, memainkan peran penting selama Revolusi Indonesia ketika Jakarta diokupasi oleh Belanda.
Baca Juga: Usai Rilis, Video Replay TikTok 2023 malah Dapat Komentar Negatif, Netizen: Bagusan Replay 2022
7. Kota Lama Semarang (1547)
Kawasan Kota Tua Semarang memamerkan masa lalu kolonial Belanda. Bangunan-bangunan bersejarah seperti Gereja Blenduk dan Lawang Sewu membawa pengunjung mengagumi keagungan arsitekturnya. Kawasan Kota Tua yang sudah berusia 500 tahunan ini menjadi destinasi wajib bagi pelancong.
Kawasan Kota Lama Semarang yang dulunya merupakan pelabuhan perdagangan kolonial yang didirikan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda pada abad ke-17 sedang dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia sebagai bagian dari Daftar Tentatif Indonesia.
6. Medan (1590)
Medan, ibu kota Sumatra Utara, memiliki kota tua dengan perpaduan gaya arsitektur yang memukau. Jalan Ahmad Yani, Jalan Medan Merdeka, dan Jalan Sisingamangaraja menampilkan bangunan-bangunan kolonial Belanda yang megah. Landmark seperti Gedung London Sumatra (sebelumnya dikenal sebagai Gedung Juliana) dan Rumah Tjong A Fie menawarkan pandangan tentang masa lalu kolonial Medan.
Medan, yang pernah menjadi ibu kota Negara Sumatra Timur pada tahun 1947 sebelum menjadi ibu kota provinsi Sumatra Utara pada pertengahan 1950-an, mendapat julukan "Parijs van Sumatra" (Paris of Sumatra) dari Belanda karena kemiripannya yang mencolok dengan kota Paris.
5. Kota Tua Jakarta (1527)
Kota tua Jakarta, terletak di sekitar Jalan Taman Fatahillah di Jakarta Barat. Dahulu dikenal sebagai Batavia, kota ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan selama era kolonial Belanda. Saat ini, pengunjung dapat menjelajahi landmark ikonik seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan Museum Bank Indonesia, yang memberikan gambaran tentang sejarah yang kaya kota ini.
Pada abad ke-16, selama era kolonial Belanda, Kota Tua Jakarta mendapatkan reputasi sebagai "Permata Asia" dan "Ratu Timur" di antara pelancong Eropa, karena berfungsi sebagai pusat perdagangan yang berkembang di Asia berkat lokasinya yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah.
4. Bandung (1810)
Kota Bandung berpusat di sekitar Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga. Gedung Merdeka yang ikonik berdiri sebagai simbol Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Kota yang terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik ini bertransformasi dengan menggabungkan warisan kolonialnya dan sentuhan seni modern.
Angklung, alat musik tradisional dari bambu, memiliki kehormatan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.
3. Surabaya (1293)
Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya membawa warisan sejarah yang kaya. Kota tua, dikenal sebagai "Kampung Arab" menceritakan kisah masa lalu multikulturalnya. Pengunjung dapat menjelajahi Pasar Ampel yang berwarna-warni, Rumah Sampoerna yang bersejarah, dan Monumen Kapal Selam Surabaya yang ikonik, yang menghormati warisan maritim kota ini.
Nama Surabaya, berasal dari bahasa Jawa "sura ing baya," yang berarti "berani menghadapi bahaya," menggabungkan ramalan Jayabaya yang memvisualisasikan pertempuran antara hiu putih raksasa dan buaya putih raksasa di wilayah ini.
2. Padang (Abad ke-7)
Terletak di pantai barat Sumatra, Padang adalah kota kuno dengan sejarah maritim yang kaya. Kota tua ini memamerkan arsitektur tradisional Minangkabau dan warisan budaya kota ini. Pengunjung dapat menjelajahi landmark ikonik seperti Museum Adityawarman dan Jembatan Siti Nurbaya, meresapi masa lalu Padang yang memukau.
Masakan Padang diakui secara universal karena rasanya yang lezat. Misalnya Rendang yang mendapatkan pengakuan sebagai salah satu makanan paling lezat di dunia.
1. Palembang (Abad ke-7)
Terletak di sepanjang Sungai Musi, Palembang memiliki kehormatan sebagai kota tertua di Indonesia. Sebagai ibu kota Kekaisaran Srivijaya, kota ini pernah berkembang sebagai pusat kekuasaan politik dan perdagangan. Dengan warisan budayanya yang kaya, Palembang memamerkan sisa-sisa arsitektur kolonial Belanda dan kemegahan Kesultanan Palembang, menarik pengunjung yang ingin menyaksikan warisan sejarahnya.
Baca Juga: Aturan Baru PKH atau Program Keluarga Harapan Tahun 2024, Hanya 3 Komponen yang Dapat Bantuan?
Itulah 9 kota kuno dan tertua di Indonesia yang masih eksis yang menjadi saksi hidup pelestarian warisan budaya dari berbagai masa lalu.