AYOJAKARTA.COM – Belum lama ini berita mengenai adanya pengancaman terhadap calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menjadi sorotan di media sosial.
Pihak gabungan Direktorat Cyber dan Polda Jawa Timur, dengan sigap berhasil menangkap orang yang melakukan pengancaman tersebut.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, telah memperingatkan hal ini sebelumnya.
Mahfud mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Cawapres nomor urut 3 ini, memperingatkan bahwa untuk mencari orang di media sosial sangatlah mudah.
“Hati-hati ya masyarakat ngancam-ngancam lewat media sosial itu nangkapnya gampang,” kata Mahfud, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV.
Mahfud pun menceritakan pengalaman yang serupa tentang pencarian seseorang di media sosial dan itu sudah terjadi lebih dari satu kali.
Menurutnya, menangkap seseorang di media sosial bukanlah hal yang susah. Bahkan bisa dilakukan dengan waktu yang singkat.
“Saya sudah berkali-kali nangkap orang. Siapapun yang buat-buat gitu kalau polisi sudah cari gampang. Sebab itu jangan melakukan pengancaman-pengancaman di media sosial,” tegas Mahfud.
Baca Juga: Anies Baswedan Diancam Melalui Media Sosial, Prabowo Tegas Membantah: Emang Pendukung Saya?
Sebelumnya, peristiwa pengancaman terhadap Anies Baswedan dilakukan oleh seorang pemuda yang bernama Ajun Wijaya Kusumo (AWK), asal Probolinggo, Jawa Timur.
Pelaku menuliskan sebuah cuitan yang berisi pengancaman dengan menggunakan akun media sosial TikTok @calonistri7100.
“Nembak Pak Anies berapa tahun penjara ya,” tulis akun @calonistri710.
AWK menggunakan foto capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, sebagai foto profilnya. Tidak hanya itu, pelaku juga menuliskan nama ‘Berjuang untuk Prabowo’ di akun TikTok-nya.
Namun belakangan, TKN menyebut akun tersebut tidak terafiliasi sebagai pendukung Prabowo-Gibran.***