AYOJAKARTA.COM – Capres nomor urut satu Anies Baswedan pada Minggu 14 Januari 2024 kembali bertatap muka dengan petani di wilayah Lampung Timur.
Dalam acara bertajuk Desak Anies tersebut, Anies Baswedan kembali dihujani sejumlah pertanyaan terkait pertanian.
Sejumlah perwakilan petani berharap, kedatangan Anies Baswedan bisa membawa perubahan bagi masyarakat Lampung.
Selain mengeluhkan situasi bagi petani di era industri dan modernisasi, petani juga menyampaikan sulitnya mendapat rasa aman dan nyaman.
Baca Juga: Ditanya Soal Relawannya yang Pindah Dukung Prabowo-Gibran, Begini Tanggapan Santai Mahfud MD
Salah satu wilayah di Lampung yang menurut masyarakat perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah adalah kawasan hutan Register 38, Gunung Balak, Lampung Timur.
Warga menilai, sejumlah kebijakan yang ditetapkan pemerintah dan aparatur setempat masih jauh dari aspek kemanusiaan sehingga membutuhkan perubahan.
Selain persoalan menyangkut faktor keamanan, para petani juga menyoroti permasalahan klasik yang terus membuahkan polemik yakni pupuk.
Pupuk merupakan salah satu komoditi terpenting dalam dunia pertanian, namun petani menyayangkan masih rumitnya komoditi tersebut.
Selain masih sering mengalami kelangkaan, petani juga mendesak agar Anies Baswedan bisa memastikan regulasi yang berorientasi kepada petani.
Sebagaimana juga dengan pekerja di sektor non formal lainnya, para petani berkeinginan untuk bisa meningkatkan taraf kesejahteraan.
Salah satu harapan petani adalah dengan membuat suatu organisasi yang secara khusus beranggotakan para petani organik.
Dengan adanya organisasi semacam itu, petani berharap bisa menjadi salah satu pintu mencapai kesejahteraan.
“Agar hasil panen kami bisa melimpah, artinya saya ingin sukses dari bertani pak,” ungkap perwakilan petani yang disambut antusias petani lainnya.
Menyikapi sejumlah permasalahan yang dihadapi petani, capres Anies Baswedan memberikan tanggapan.
Menurutnya, salah satu kekurangan bangsa Indonesia di sektor pertanian yang saat ini perlu dilakukan adalah regulasi.
Regulasi atau peraturan yang selama ini dijadikan sebagai acuan dalam mengambil kebijakan adalah regulasi yang lebih berpihak kepada segelintir pengusaha.
Tanah seluas ribuan hektar bisa diberikan kepada segelintir orang, tapi masyarakat yang ingin bercocok tanam seringkali justru dipersulit.
Sektor pertanian jika dikelola dengan berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat, menurut Anies Baswedan bukan saja bisa mensejahterakan rakyat.
Pengelolaan di sektor pertanian yang adaptif dengan kemajuan teknologi dan peralatan masa depan, memungkinkan akan menambah pemasukan bagi negara secara umum.
“Petani itu seharusnya makmur, negara harus bersikap adil para rakyatnya, itu komitmen kita mengubah kebijakan,” jelas Anies Baswedan dikutip Ayojakarta.com pada Senin 15 Januari 2024 dari YouTube Kompas TV.***
Share this article
Anies Baswedan berkomitmen menjadikan petani makmur saat hadir di acara Desak Anies di Lampung Timur.