Nasional

Buntut Debat Pilpres 2024 Banyak Orang Menangis Berseliweran di Medsos, Pengamat: Jangan-Jangan itu Skenario!

Oleh: Karseno AJ Jumat 12 Jan 2024, 13:51 WIB
Tiga Capres 2024, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM -  Jelang perhelatan Pilpres 2024, konstelasi politik semakin membuat publik banyak dihinggapi berbagai opini.

Salah satu momentum lahirnya opini tersebut berpangkal pada pelaksanaan acara debat capres yang merupakan bagian dari agenda Pilpres 2024.

Menyikapi jalannya proses acara debat Pilpres 2024, sebagian masyarakat justru menganggap telah terjadi suasana pilu yang penuh drama.

Baca Juga: Pasca Debat Capres Ketiga, Elektabilitas Ganjar Pranowo Kalahkan Prabowo dan Anies

Sikap agresif capres Anies Baswedan serta Ganjar Pranowo yang bersemangat, dinilai sebagai usaha menyerang Prabowo Subianto di ajang debat.

Sebagian kalangan menilai, ajang debat ketiga Pilpres yang sedianya ditujukan untuk beradu gagasan telah berujung menjadi aksi saling serang secara personal.

Sejumlah warganet bahkan menunjukkan empati dengan mengunggah tangisan dan momen sentimentil, serta pelaporan ke Bawaslu hingga menuai beragam opini.

Baca Juga: Wapres Maruf Amin Berbeda Pandangan dengan Jokowi soal Debat Capres, Begini Perbandingannya

Terkait dengan relevansi yang ditunjukkan para pendukung paslon pasca ajang debat, Titi Anggraini yang merupakan Dewan Perludem memberi tanggapan.

Menurut Titi Anggraini yang lama berkecimpung di lembaga Pemantauan Pemilu, ajang debat ketiga capres pada 7 Januari 2024 lalu terbilang standar.

Jika dibandingkan dengan acara debat yang biasa dilakukan mahasiswa dan penuh perang dialektika, substansi debat capres justru menunjukkan hal sebaliknya.

Baca Juga: Anies Baswedan Tak Gentar Dilaporkan Pasca Debat Capres: Biar Bawaslu yang Menilai

“Percayalah debat mahasiswa itu lebih mengerikan diksi-diksinya, tidak perlu merasa emosional dan merasa jadi korban bully,” jelas Titi Anggraini.

Para kandidat capres, menurut Titi masih berusaha untuk bersikap menjaga perasaan warga Indonesia yang kental dengan rasa sungkan.

“Debat kita itu standar banget, sangat berusaha menjaga situasi, mungkin karena masyarakat kita itu belum terbiasa melihat perdebatan terbuka,” ungkap Titi.

Titi menambahkan, debat terbuka merupakan momen untuk menguji kepantasan dan kelayakan seorang pemimpin sebelum terjun dan mengayomi publik.

Sehingga persoalan yang terjadi di dalam forum debat, tidak disikapi publik dengan berbagai reaksi atau tanggapan berlebihan.

Baca Juga: Pelaporan Anies ke Bawaslu Karena Diduga Bahas Soal Lahan Prabowo Saat Debat, Pernah Dialami Jokowi di Tahun 2019

Titi optimis, jika publik dan pendukung setiap paslon bisa bersikap lebih terbuka maka tuntutan hukum kepada capres Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak terjadi.

Sehubungan dengan debat Pilpres, pengamat politik Ray Rangkuti meyakini bahwa setiap paslon memiliki skenario dan tujuan dari perdebatan.

Debat juga merupakan salah satu bentuk pernyataan kenegaraan, sehingga di kemudian hari perlu dilakukan pendokumentasian.

Baca Juga: Dilaporkan ke Bawaslu, Anies: Itu Terjadi di Debat, Seharusnya Direspons Juga di Debat

Sikap Anies Baswedan yang kencang sejak awal debat, serta Ganjar Pranowo yang terkesan seperti Moderator Kritis, semua memiliki sasaran.

“Kenapa 02 defend dan “Baperan”, jangan-jangan itu skenario yang mereka mau ambil, playing victim,” ungkap Ray dikutip Ayojakarta, Jumat 12 Januari 2024 dari kanl YouTube Metro TV.   ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris