Nasional

Alutsista Bekas Jadi Sorotan, Mantan Mendag RI Beberkan 3 Poin Penting: Apa Mereka Paham Konsepnya?

Oleh: Cindra May Ningrum Kamis 11 Jan 2024, 11:00 WIB
Mantan Mendag RI Muhammad Lutfi memberikan tiga poin penting yang harus dipahami soal alutsista bekas.

AYOJAKARTA.COM — Usai debat capres yang digelar pada Minggu, 7 Januari 2024, alutsista bekas terus menjadi sorotan.

Hal ini karena alutsista bekas disinggung menjadi keputusan yang salah oleh Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, sekaligus capres nomor urut 2.

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo dalam debat capres di Pilpres 2024 ini, terlihat tak setuju dengan uang belanja yang digunakan untuk membeli alutsista bekas.

Perlu diketahui, alutsista sendiri adalah akronim dari Alat Utama Sistem Senjata yang dimiliki TNI, di mana merupakan sistem senjata yang memiliki kemampuan untuk pelaksanaan tugas pokok TNI.

Dalam debat capres lalu, menurut Anies Baswedan alutsista bekas dinilai tak masuk akal untuk dibeli saat ini dengan anggaran Rp700 triliun.

Baca Juga: Anies Singgung Lahan Prabowo dan Anggaran Kemenhan Rp700 T Alutsista Bekas, PHPB Lakukan Pelaporan ke Bawaslu RI

Bahkan Ganjar Pranowo tak segan mengkritik pembelian alutsista bekas oleh Kemenhan yang menggunakan hutang.

Hingga kini, kontoversi alutsista bekas terus menjadi sorotan.

Berbagai kalangan tengah membuka pendapatnya terkait hal tersebut, salah satunya adalah mantan Menteri Perdagangan RI (Mendag) yang menjabat pada tahun 2020-2022, Muhammad Lutfi.

"Banyak yang berpikir kalau pembelian alutsista bekas adalah keputusan yang salah. Tapi ternyata ada tiga poin yang banyak orang belum pahami," tulis Muhammad Lutfi dalam unggahan TikTok akun @mmd.lutfi, dikutip Kamis, 11 Januari 2024.

Mantan Mendag RI itu pun memberikan tiga poin penting yang harus dipahami soal alutsista bekas.

Baca Juga: Mahfud MD Tak Sepakat dengan Prabowo, Data Alutsista Bukan Rahasia Negara dan Boleh Diungkap Saat Debat Capres

"Kemarin ada yang menyenggol Kemenhan, karena mengeluarkan budget yang besar untuk beli alutsista bekas dan banyak pihak yang berpikir, kalau ini keputusan yang salah. Tapi, apa mereka paham konsepnya? Oke saya akan jelaskan," kata Muhammad Lutfi.

"Pertama, alutsista bekas itu bisa jadi solusi yang cepat dan efisien sambil menunggu alutsista yang baru, selama dinegosiasikan ini hal yang sangat wajar," terangnya.

Ia kemudian menyinggung barang bekas yang bukan berarti jelek.

"Kedua, bekas itu bukan berarti jelek. Ada model alat-alat bekas yang lebih advance dibandingkan model yang brand new," jelas Muhammad Lutfi.

"Ketiga, yang terpenting itu bukan cuma bekas atau barunya tetapi usia pakai dari alat tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Anies Sebut Alutsista yang Dibeli Pemerintah adalah Barang Bekas, Prabowo Bantah: Itu Menyesatkan

Sontak Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa alutsista dibeli saat ini sudah tepat, dan tidak harus menunggu Indonesia diserang musuh atau saat tiba waktu berperang.

"Menurut saya ini adalah pemikiran yang lelet dan pendek, dan kalau kita bicara tentang anggaran untuk alutsista, persetujuannya itu harus mendapatkan persetujuan dari DPR dan presiden. Jadi, program ini sudah diberikan lampu hijau oleh presiden dan DPR, yang juga berasal dari partai-partai yang mengusung kedua capres lainnya itu," ucapnya.

Selain itu, ia juga menyinggung anggaran Kemenhan yang tak semuanya digunakan untuk pembelian alutsista bekas.

"Lagi pula, Rp700 triliun itu bukan seutuhnya untuk alutsista tetapi pembaharuan senjata, kesejahteraan prajurit, keperluan riset, dan pengembangan SDM bagian pertahanan. Justru saya sangat bangga karena Indonesia berhasil menempati posisi ke 13 sebagai negara dengan kekuatan militer terbaik dan terkuat di dunia," ujar mantan Mendag RI, Muhammad Lutfi.***

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Tedi Rukmana