Nasional

Sidang Isbat Lebaran 2025 Penetapan 1 Syawal 1446 H Digelar Sore Ini, Muhammadiyah dan NU Akan Berlebaran Bareng?

Oleh: Admin Sabtu 29 Mar 2025, 08:32 WIB
Ilustrasi pengamatan hilal jelang sidang isbat Lebaran 2025 untuk menentukan kapan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H

AYOJAKARTA.COM -- Sidang isbat Lebaran 2025 menjadi momen penting umat Islam di Indonesia untuk menentukan kapan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H akan dirayakan.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menggelar sidang ini dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sidang isbat untuk penetapan 1 Syawal 1446 H dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Maret 2025, di Auditorium HM. Rasjidi, Kemenag RI, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Keseruan Lebaran di Turki yang Penuh Kehangatan saat Idul Fitri, Begitu Juga di 4 Negara Ini

Sidang ini dimulai pukul 16.30 WIB dengan seminar posisi hilal dan dilanjutkan dengan sidang tertutup setelah Maghrib.

Kemenag RI menggunakan dua metode utama dalam penetapan awal Syawal, yaitu hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan hilal).

Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa metode ini sesuai dengan Fatwa MUI No. 2 Tahun 2024 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Pemantauan hilal dilakukan di 33 lokasi di seluruh Indonesia, kecuali Bali yang sedang merayakan Hari Raya Nyepi. Lokasi pemantauan melibatkan ahli falak, BMKG, BRIN, dan ormas Islam.

Baca Juga: Siap-siap! 4 Bantuan Sosial Pasca Lebaran Menjadi Harapan Baru bagi Keluarga Pra-Sejahtera

Menurut perhitungan astronomis, hilal diprediksi masih berada di bawah ufuk pada 29 Maret 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa Ramadhan kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari, dan Idul Fitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Sidang isbat dimulai dengan seminar posisi hilal yang terbuka untuk umum. Setelah itu, data hisab dan hasil rukyat dipaparkan dalam sidang tertutup. Hasil akhirnya diumumkan melalui konferensi pers oleh Menteri Agama.

Sidang isbat melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli astronomi, ormas Islam, dan perwakilan negara sahabat. Hal ini menunjukkan transparansi dan inklusivitas dalam proses penetapan awal Syawal.

Hasil sidang isbat diumumkan melalui konferensi pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemenag RI. Pengumuman ini menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia.

Baca Juga: Dibekali Chipset Snapdragon di Sektor Dapur Pacu, Inilah 7 Rekomendasi Smartphone Ternyaman Selama Musim Lebaran!

Sidang isbat tidak hanya menjadi penentu awal Syawal, tetapi juga simbol persatuan umat Islam dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Hari Raya Idul Fitri adalah momen untuk mempererat tali silaturahmi. Penetapan 1 Syawal melalui sidang isbat memastikan umat Islam dapat merayakan Lebaran secara serentak.

Kemajuan teknologi, seperti teleskop modern dan aplikasi astronomi, mempermudah proses pemantauan hilal. Hal ini meningkatkan akurasi dalam penetapan awal bulan Hijriah.

Baca Juga: Antisipasi Peningkatan Arus Mudik Lebaran, Polantas Terapkan Ganjil Genap, Ini Sanksi Jika Mengabaikan

Meskipun sidang isbat diterima luas, beberapa pihak mengusulkan agar metode hisab lebih diutamakan untuk mengurangi perbedaan penetapan awal bulan Hijriah.

Dengan penetapan 1 Syawal yang akurat, umat Islam diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian.

Sidang isbat Lebaran 2025 adalah proses penting yang melibatkan berbagai pihak untuk menentukan awal Syawal. Dengan transparansi dan akurasi, sidang ini menjadi panduan resmi bagi umat Islam di Indonesia.

Reporter Admin
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil