AYOJAKARTA.COM – Guna mengantisipasi potensi terjadinya lonjakan pemudik, kepolisian memberlakukan kebijakan ganjil-genap atau gage di sejumlah wilayah.
Disamping mengurai kemacetan, penerapan gage yang merupakan salah satu bentuk rekayasa lalu lintas juga bertujuan memperlancar arus kendaraan.
Selain gage, beberapa jenis rekayasa lalu lintas juga sempat dilakukan kepolisian seperti contra flow serta satu arah atau one way.
Sehubungan dengan penerapan kebijakan gage pada musim mudik lebaran 2025, Kabag Ops Korlantas Polri AKBP Aries Syahbudin memberi pandangan.
Berdasarkan hasil pantauan arus lalu lintas, AKBP Aries menyebut jumlah pemudik menuju lokasi-lokasi tujuan mudik semakin menunjukkan peningkatan sejak H-7 lebaran.
Karena setiap pergantian jam situasi jalan terus mengalami perubahan lonjakan, kepolisian mulai memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Disamping one way serta contra flow dengan durasi atau sepanjang kilometer tertentu, upaya lain untuk kelancaran mudik juga dengan menerapkan gage.
“Salah satu meningkatkan kapasitas jalan adalah dengan mengurangi jumlah kendaraan, dan berjalan sesuai dengan nomor kendaraan atau gage,” ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Jumat, 28 Maret 2025.
Baca Juga: Khusus Nasabah Aktif, Bank Mandiri Gelar Program Mudik 2025 Gratis Naik Kereta
Kabag Ops Korlantas Polri menyebut, imbauan gage dimaksudkan agar jumlah volume kendaraan tidak terus mengalami penumpukan.
Terkait dengan puncak arus mudik, AKBP Aries memprediksi akan terjadi mulai tanggal 28 hingga malam terakhir Ramadhan atau sekitar 30 Maret 2025.
“Gage ini bersifat anjuran, dan kami sudah menganjurkan agar masyarakat pemudik mengikuti anjuran tersebut,” jelas Aries.
Namun demikian, Aries memastikan kepolisian akan tetap melakukan evaluasi dengan cara melakukan pemantauan baik langsung ataupun melalui kamera.
Baca Juga: Andalan Baru! Ini Alasan Poco F7 Ultra Cocok untuk Mudik dan Lebaran 2025
Sehubungan dengan penggunaan sanksi terhadap anjuran gage, Aries menyebut Operasi Ketupat 2025 lebih mengedepankan pendekatan preventif dan persuasif.
“Ya kita tidak ada tilang, gage ini imbauan untuk kebaikan kita bersama, sehingga mudik menjadi lebih aman, nyaman dan berkeselamatan,” tegas Kabag Ops Korlantas Polri.
Menurut Ellen Tangkudung yang merupakan pengamat transportasi, berbagai upaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan Polri semakin menunjukan perbaikan.
Karena itu Elen mengingatkan agar seluruh pengguna jalan sangat memperhatikan setiap jenis rekayasa lalu lintas yang dilakukan, khususnya contraflow.
Baca Juga: Pemprov Jateng Siapkan 331 Bus Gratis! 114 Warga Siap Mudik Lebaran Tahun 2025
Sementara menurut Riant Nugroho selaku pengamat kebijakan publik, kebijakan gage memang relatif sangat efektif dan kompatibel diterapkan di jalan perkotaan.
Namun demikian, pengimplementasian gage untuk diterapkan dalam acara mudik atau perjalanan pulang kampung kurang efektif.
“Kebijakan selalu soal keseimbangan, dilarang di sini dikasih tempat di sini itulah fairness, balance antara policy maker dengan public,” jelas Riant. ***

Share this article
Guna mengantisipasi potensi terjadinya lonjakan pemudik, kepolisian memberlakukan kebijakan ganjil-genap atau gage di sejumlah wilayah.