AYOJAKARTA.COM – Warganet tengah dibuat heboh dengan adanya baliho bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berada di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam baliho di kawasan UGM tersebut, tampak jelas gambar Jokowi yang menggunakan mahkota serta caping pada bagian kepala.
Di baliho bergambar Jokowi yang mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa UGM tersebut juga terpampang tulisan "Alumnus UGM Paling Memalukan".
Pemberian nominasi yang diberikan oleh Keluarga Mahasiswa UGM kepada Jokowi, sontak membuat warganet mempertanyakan maksud serta alasan adanya baliho tersebut.
Baca Juga: Alasan Ini yang Buat BEM KM UGM Beri Jokowi Gelar Alumnus Paling Memalukan, Politik Jawa?
Sehubungan dengan munculnya reaksi publik yang menimbulkan berbagai polemik, Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor memberi pernyataan.
Menurut Gielbran, penyematan nominasi sebagai alumnus UGM paling memalukan kepada Jokowi merupakan hal yang pantas.
“Saya rasa pantas untuk menobatkan Beliau sebagai alumnus UGM paling memalukan,” jelas Gielbran ketika dimintai keterangan, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin, 11 Desember 2023.
Gielbran menyebut setidaknya ada tiga indikator yang menjadi alasan pantasnya penyematan gelar tersebut kepada Presiden.
Baca Juga: Punya Nama Mirip, Gibran Anak Jokowi vs Gielbran Ketua BEM KM UGM Siapa Paling Berprestasi?
Masih terjadinya persoalan-persoalan mendasar dan fundamental yang tidak mengalami perubahan, menjadi pangkal kritik mahasiswa UGM.
Di samping terjadinya kemerosotan demokrasi, alasan lain yang membuat gelar tersebut pantas diberikan adalah persoalan konstitusi dan dinasti politik.
Akumulasi kekecewaan terhadap kinerja Presiden, serta bentuk kritik seorang Adik terhadap Kakak almamater menurut Gielbran merupakan latar belakang penyematan gelar.
“Karena bagaimanapun Beliau adalah keluarga besar alumni kita, kita punya tanggung jawab moral sebagai seorang adik mengingatkan seorang kakak,” imbuh Gielbran.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Bakal Ajak Jokowi Diskusi Kelanjutan Pembangunan IKN: Saya Dekat dengan Beliau
Terkait dengan penyematan gelar sebagai alumnus paling memalukan, Ketua Relawan Prabowo-Gibran Mania 08 memberi tanggapan.
Menurut Immanuel Ebenezer, dalam konteks negara demokrasi apa yang disampaikan KM UGM merupakan hal yang sah dan wajar.
Selain karena Presiden Joko Widodo terbiasa dengan kritik dan ejekan bahkan hinaan, pernyataan mahasiswa UGM menurut Ebenezer adalah bentuk aksi kritik.
Meski masih banyak kekurangan, namun Ebenezer yakin bahwa dalam peran sebagai pemimpin Indonesia, Jokowi sudah berbuat optimal.
Baca Juga: Petisi 100 Mengajak Rakyat Melakukan Pemakzulan Terhadap Jokowi
“Kririk dalam alam demokrasi itu sah-sah saja, tapi harus dipahami bahwa Pak Jokowi itu bekerja keras untuk bangsa ini,” jelas Ebenezer.
Sehubungan dengan pemberian gelar nominasi yang dilakukan KM UGM, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden memberi tanggapan.
Menurut Joanes Joko yang juga merupakan lulusan UGM, sikap kritis mahasiswa merupakan hal positif sehingga perlu diapresiasi.
“Tetapi janganlah kemarau setahun dihapus hujan sehari,” pinta Joanes.