Nasional

Kampanye Anies Baswedan Kritik Proyek IKN hingga Singgung Kesejahteraan Guru

Oleh: Nisrina Harum Lestari Kamis 07 Des 2023, 12:24 WIB
Calon presiden (capres) Anies Baswedan kembali melontarkan kritik terhadap tingginya anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) Anies Baswedan kembali melontarkan kritik terhadap tingginya anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Anies Baswedan berpendapat seharusnya anggaran untuk pembangunan IKN bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih mendesak.

Sebab, Anies Baswedan melihat sampai hari ini masih banyak persoalan yang harus segera diatasi.

Salah satunya adalah banyaknya masyarakat yang membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai dan juga sekolah.

Baca Juga: Dengar Keluhan Pedagang, Anies Baswedan akan Luncurkan Pasar AMIN Atasi Mahalnya Kebutuhan Pokok

Hal tersebut disampaikan Anies dalam dialog bersama mahasiswa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa, 5 Desember 2023.

“Di saat rakyat kita hari ini membutuhkan tambahan puskesmas, membutuhkan tambahan sekolah, anak yang putus sekolah masih banyak. jadi bukan soal IKNnya, ini anggaran kita mau dipakai untuk apa sekarang?” kata Anies, dikutip dari kanal YouTube KompasTV Jember, Kamis, 7 Desember 2023.

“Hari ini kita masih punya PR begitu banyak yang pada waktu sekarang urgent untuk diselesaikan,” sambungnya.

Dalam diskusi tersebut, Anies juga mengkritisi alokasi dana IKN dan mengusulkan agar anggaran tersebut dipakai untuk membantu guru honorer.

Baca Juga: Ditagih Komitmen oleh Mahasiswa Terkait Pembangunan Proyek Ibu Kota Nusantara, ini Tanggapan Anies Baswedan

Pasalnya, Anies melihat masih banyak guru honorer yang nasibnya terabaikan sehingga perlu diperhatikan.

Anies pun mengusulkan agar anggaran pembangunan IKN bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pentingnya prioritas anggaran untuk masalah yang lebih mendesak.

“Guru honorer kita belum diangkat karena katanya anggarannya kurang. Kenapa anggaran itu tidak dipakai untuk mengangkat guru-guru honorer kita sehingga itu bisa menjadi guru,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Tedi Rukmana