AYOJAKARTA.COM – Saat menggelar dialog bersama mahasswa Kalimantan, capres Anies Baswedan dihujani dengan banyak pertanyaan.
Selain membahas oligarki dan kesehatan mental, Anies Baswedan juga dicecar oleh mahasiswa Kalimantan dengan pertanyaan menyangkut Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di hadapan para mahasiswa, Anies Baswedan dimintai tanggapan mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di pulau Kalimantan.
Menjadi proyek raksasa, pembangunan IKN yang telah menelan biaya ratusan triliun rupiah dikhawatirkan mahasiswa akan mangkrak jika tidak diteruskan.
Baca Juga: Lagi! Anies Baswedan Kembali Singgung Pembangunan IKN: Digunakan untuk Kebutuhan Tak Urgen
Lebih lanjut, mahasiswa juga mengkhawatirkan dampak perubahan lingkungan yang diakibatkan apabila proyek IKN benar-benar terhenti.
Menyikapi pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa, Anies mengajak para agen perubahan bangsa untuk melihat proyek IKN secara nasional.
Aspek keadilan yang menyangkut kepentingan nasional, menurut Anies menjadi prioritas utama dalam merancang sebuah proyek pembangunan.
“IKN itu sudah ditetapkan sebagai Undang-undang, karena itu saya katakan sebagai undang-undang sudah jelas,” ungkap Anies.
Namun besaran anggaran hingga mencapai ratusan triliun rupiah, menurut Anies merupakan persoalan tersendiri yang perlu dicari jalan keluarnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Pastikan akan Lanjutkan Proyek Pembangunan IKN: Hukumnya Wajib untuk Melaksanakan
Sebab disaat yang bersamaan, Bangsa Indonesia juga tengah mengalami beragam kendala sosial yang ditimbulkan karena adanya keterbatasan anggaran.
Kebutuhan akan fasilitas kesehatan, pendidikan serta kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat menurut Anies perlu juga untuk mendapat perhatian.
“Jadi bukan soal IKN-nya, ini anggara kita mau dipakai untuk apa sekarang, hari ini kita masih punya PR begitu banyak yang urgen untuk diselesaikan,” jelas Anies.
Sehubungan dengan bidang pembangunan, Anies mengajak mahasiswa untuk mengedepankan kepentingan bersama ketimbang urusan simbolik.
Karena itu, Anies menegaskan bahwa proyek raksasa IKN yang sudah dikuatkan dengan undang-undang merupakan program dengan sifat berkelanjutan.
“Kapan kita menuntaskannya, mengikuti kemampuan ekonomi kita, dan itu yang saya maksud urgent,” imbuhnya.
Dalam menentukan sebuah keputusan, menurut Anies ada empat hal yang harus selalu menjadi pertimbangan utama dalam menilai hasil.
Keempat hal tersebut antara lain prinsip keadilan, kepentingan umum, obyektifitas berdasar fakta data serta ilmu, dan aturan hukum.
Selain menyoal mega proyek IKN, mahasiswa juga menyoroti komitmen yang dimiliki Anies Baswedan jika mendapat mandat sebagai pemimpin.
Baca Juga: Balas Kritik Anies Baswedan Soal IKN Timbulkan Ketimpangan Baru, Jokowi: Justru Kebalikannya!
Pada diskusi tersebut, Anies menjadi satu-satunya capres yang bersedia memenuhi undangan mahasiswa juga mendapat apresiasi khusus.
“Ternyata Beliau ini adalah satu-satunya capres yang berani untuk adu gagasan di Kalimantan Selatan,” tegas Sunir, Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. ***

Share this article
Anies Baswedan memberikan tanggapan terhadap pertanyaan mahasiswa Kalimantan mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).