AYOJAKARTA.COM -- Pada 14 Februari 2024, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan menjadi momen bersejarah bagi 558 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel mencatat keberadaan mereka dalam daftar pemilih tetap (DPT), memberikan hak suara yang setara dengan warga lainnya.
Dari total satu juta pemilih di Kota Tangsel, Provinsi Banten, sebanyak 558 di antaranya memiliki status ODGJ.
Menurut Komisioner KPU Kota Tangsel, Widya Victoria, persentase pemilih disabilitas mencapai 0,23 persen dari jumlah DPT yang telah ditetapkan pada 21 Juni 2023, yaitu sebanyak 1.022.237 pemilih.
Widya menjelaskan bahwa ODGJ atau disabilitas tetap memiliki hak konstitusi yang sama seperti warga lainnya.
Hal ini memungkinkan mereka untuk ikut serta dalam proses demokrasi dan memberikan suara mereka untuk pemimpin yang diinginkan pada Pemilu 2024.
"Disabilitas tetap memiliki hak yang sama dan dapat menyalurkan suara di Pemilu 2024, sama dengan warga negara yang lain," ungkap Widya dikutip dari Republika pada Rabu, 6 Desember 2023.
Mengenai mekanisme pencoblosan pada hari pemilihan, Widya merinci bahwa pemilih, termasuk ODGJ, harus menunjukkan identitasnya kepada panitia pemungutan suara.
Setelah itu, mereka dapat memilih untuk melakukan pendampingan secara mandiri atau nonmandiri saat masuk ke bilik suara. Pendampingan nonmandiri melibatkan proses penandatanganan surat pernyataan pendampingan sebelum memasuki bilik suara.
Widya mengakui bahwa jumlah ODGJ pada Pemilu 2024 mengalami kenaikan yang signifikan dibanding Pemilu sebelumnya.
Baca Juga: Sudah Masuk Jakarta, Ini 4 Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Seseorang Terinfeksi Pneumonia
Pada Pemilu 2019, hanya terdapat 171 pemilih ODGJ yang masuk dalam DPT, sedangkan pada Pemilu 2024, jumlahnya meningkat menjadi 558 pemilih kategori disabilitas mental.
Dengan peningkatan ini, partisipasi ODGJ dalam demokrasi semakin menonjol, membuktikan bahwa setiap warga, tanpa memandang latar belakangnya, memiliki hak yang setara dalam menentukan masa depan negaranya.