AYOJAKARTA.COM – Meski polemik yang timbul pasca Keputusan MK selesai, cawapres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming masih terus menjadi sorotan.
Buah dari kritik warganet yang pedas, Mahkamah Konstitusi yang dinilai memihak pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming diplesetkan menjadi Mahkamah Keluarga.
Pasca MK, Komisi Pemilihan Umum dikuatirkan ikut diplesetkan menjadi Komisi Paman Usman karena dinilai memberi ruang bagi pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Pernyataan dan kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh Pengamat Politik Selamat Ginting dalam sebuah diskusi.
Menurut Selamat, Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilu memiliki tanggung jawab secara penuh untuk menepis anggapan warganet.
“Bagaimana tudingan miring dari netizen itu harus dijawab secara fair, bahwa KPU ini punya integritas dan kredibilitas sebagai penyelenggara pemilu,” ujar Selamat.
Baca Juga: Gibran Minta Maaf Soal Salah Sebut Asam Folat Jadi Asam Sulfat: Mohon Maaf, Mohon Dikoreksi Ya
Selamat menambahkan, langkah tersebut penting dilakukan KPU sebagai penangkal atas tudingan warganet.
Sehingga anggapan atau tudingan bahwa KPU memiliki kecenderungan memihak pasangan Prabowo-Gibran bisa ditiadakan.
Sehubungan dengan adanya perubahan format debat cawapres yang hingga kini masih dalam tahap penyesuaian, Selamat memberi tanggapan.
Menurut Selamat Ginting, perdebatan antara masing-masing pasangan capres-cawapres merupakan hal esensial dalam demokrasi.
“Debat politik adalah isu fundamental yang memang tidak bisa dilepaskan dari makna demokrasi, demokrasi tanpa debat itu bukan demokrasi,” terang Selamat.
Karena itu, Selamat menilai lembaga penyelenggara semisal KPU perlu menyediakan ruang yang memang menjadi keinginan banyak orang.
Dengan adanya kesamaan format debat sebagaimana tahun pemilu sebelumnya, maka publik akan menilai kemampuan masing-masing paslon.
Terkait dengan ketiga capres, Prabowo kaya akan pengalaman, Anies dikenal sebagai Singa Podium dan Ganjar merupakan aktivis yang lihai dan lentur.
Dari sisi calon wakil presiden, kemampuan berdebat dan adu gagasan Cak Imin sudah tidak diragukan sebagaimana halnya dengan Mahfud MD.
“Yang menjadi pertanyaan ini adalah Mister Gibran, mudah-mudahan menjadi terbiasa,” terang Selamat.
Adanya kesalahan sebut Asam Folat menjadi Asam Sulfat ketika membahas mengenai ibu hamil, menurut Selamat merupakan salah satu indikasi perlunya perdebatan.
Baca Juga: Kontroversi Format Debat: Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Merasa Waktu Rakyat Terbuang Percuma
Sehubungan dengan pengalaman Gibran Rakabuming saat berdebat dalam kontestasi pemilihan Walikota Solo, Selamat memberi tanggapan.
Menurut Selamat, perdebatan yang terjadi menjelang Pilkada Solo merupakan hal yang jauh berbeda jauh dengan kontestasi Pilpres.
Hadirnya rival Gibran Rakabuming saat menghadapi kandidat lawan yang datang dari calon independen, merupakan soal lain.
“Yang berhadapan itu Gibran berhadapan dengan Tukang Jahit, yang kesannya adalah boneka,” ungkap Selamat dikutip Ayojakarta, Rabu 6 Desember 2023 dari tvOneNews.

Share this article
Mahkamah Konstitusi yang dinilai memihak pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming diplesetkan menjadi Mahkamah Keluarga.