Nasional

Makin Membuat Masyarakat Aceh Kewalahan, Mahfud MD Ungkap Alasan Ribuan Pengungsi Rohingya Terus Berdatangan

Oleh: Karseno AJ Selasa 05 Des 2023, 19:13 WIB
Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menko Polhukam Mahfud MD untuk menangani persoalan yang timbul akibat adanya pengungsi Rohingya.

AYOJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menko Polhukam Mahfud MD untuk menangani persoalan yang timbul akibat adanya pengungsi Rohingya.

Berdasarkan catatan Menko Polhukam Mahfud MD, jumlah pengungsi Rohingya sampai Senin, 4 Desember 2023, telah mencapai jumlah 1487 jiwa.

Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, jumlah pengungsi Rohingya tersebut masih akan terus membanjiri wilayah Indonesia.

Kawasan Pidie, Bireuen sert Aceh Timur menjadi tempat singgah paling banyak didatangi oleh perahu-perahu kayu para pengungsi yang menyebrang dari Myanmar.

Sejak datang ke wilayah Indonesia pertama kali terjadi, masyarakat Aceh sempat menyambut baik kedatangan para pengungsi.

Namun akhir-akhir ini, kekhawatiran dan keresahan terhadap pengungsi Rohingya mulai menyelimuti warga Aceh.

Selain karena terus adanya penambahan jumlah, pengungsi Rohingya juga berulang kali terlibat sejumlah perselisihan dengan masyarakat setempat.

Perilaku hidup yang mengotori lingkungan sekitar, serta sikap tidak sopan yang ditunjukkan pengungsi menjadi kendala utama lahirnya perselisihan.

Menurut pengakuan Tengku Muhammad selaku Keuchik atau Kepala Desa Kulee Batee, Pidie warganya merasa terusik dan terganggu dengan kedatangan para pengungsi.

“Tidak mau menerima orang Rohingya disini, karena merasa terusik dan terganggu,” ungkap Tengku yang meminta pihak berwenang untuk ikut menangani.

Baca Juga: Begini Reaksi Kocak Mahfud MD Ditanya Soal Debat Khusus Cawapres dari KPU

Meski berniat menuju ke Australia, tidak sedikit pengungsi yang justru mengubah tujuan setelah tiba di Indonesia.

Di samping menjadikan Australia sebagai negara tujuan, para pengungsi juga menjadikan Malaysia sebagai tujuan menyebrangi lautan.

Menyikapi pengungsi di Indonesia, UNHCR sebagai lembaga pengungsi Internasional telah meminta kepada pengungsi untuk bersikap mengikuti aturan warga lokal.

Namun hal tersebut tidak sepenuhnya diindahkan oleh sebagian pengungsi sehingga mendatangkan perselisihan dengan warga setempat.

Sehubungan dengan perilaku pengungsi Rohingya, warganet Indonesia sempat dibuat gregetan karena tidak puas dengan porsi makan pemberian warga.

Baru-baru ini warganet juga dibuat gempar dengan aksi perseteruan sejumlah kaum Ibu asal Aceh yang berselisih dengan pengungsi.

Baca Juga: Elektabilitas Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD Terus Menurun Pesat, Timses: Prabowo-Gibran Pilihan Tepat

Sebelumnya, kabar bantuan sembako yang diberikan oleh masyarakat Aceh dibuang ke laut juga sempat meramaikan jagat maya.

Adanya perbedaan budaya atau shock culture antara pengungsi dengan kebiasaan warga Aceh dianggap menjadi pencetus timbulnya perselisihan.

Terkait dengan persoalan pengungsi, Mahfud MD menyebut bahwa Indonesia tidak ikut menandatangani konvensi pengungsi, sehingga tidak harus bertanggung jawab.

“Indonesia tidak ikut menandatangani konvensi PBB, tapi demi kemanusiaan orang Rohingya masuk ke sini,” jelas Mahfud dikutip Ayojakarta, Selasa 5 Desember 2023 dari Metro TV,

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam