Nasional

Agus Rahardjo Blak-blakan Sebut Presiden Jokowi Pernah Marah Minta Kasus E-KTP Setya Novanto Dihentikan

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Jumat 01 Des 2023, 17:42 WIB
Nama mantan Ketua KPK Agus Rahardjo kini tengah ramai diperbincangkan usai dirinya blak-blakan mengeluarkan fakta soal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

AYOJAKARTA.COM — Nama mantan Ketua KPK Agus Rahardjo kini tengah ramai diperbincangkan usai dirinya blak-blakan mengeluarkan fakta soal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diakui Agus Rahardjo, Presiden Jokowi pernah marah kepadanya dan meminta agar kasus E-KTP yang melibatkan Setha Novanto untuk segera dihentikan oleh KPK.

Pengakuan tersebut dikatakan Agus Rahardjo baru sekali ini ia sampaikan di media tentang bagaimana sikap Presiden Jokowi soal kasus E-KTP Setya Novanto.

Agus menyampaikan pengakuan tersebut pada acara wawancara bersama Rosiana Silalahi.

Baca Juga: Istana Bantah Jokowi Marah Minta Kasus E-KTP Dihentikan, Sebut Proses Hukum Telah Berjalan dengan Baik

Agus mengungkapkan bahwa pada saat dirinya menjabat sebagai Ketua KPK, lembaga yang dinaungi tersebut sudah mulai akan dijadikan sebagai alat kekuasaan oleh pemerintah.

"Mohon maaf ini perlu saya ungkapkan karena semuanya harus jelas karena saya pikir kali ini saya mengungkapkannya di media yang kemudian di tonton orang banyak," ujar Agus mengawali, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Jumat, 1 Desember 2023.

Agus kemudian menceritakan pengalamannya bahwa ia pernah ditekan oleh Presiden Jokowi untuk menghentikan kasus E-KTP Setya Novanto.

"Kenapa tadi didepan saya menyoroti tone of the top keinginan Pak Jokowi itu perlu juga menjadi perhatian kita," kata Agus lagi.

Baca Juga: Ini Respons Gibran Rakabuming Soal Sindiran Megawati ke Jokowi

"Saya terus terang pada waktu E-KTP, saya dipanggil sendirian, oleh Presiden (Jokowi) yang pada waktu itu ditemani oleh Pak Pratikno," ujarnya.

Agus merasa heran saat itu dirinya dipanggil sendirian tanpa adanya teman pimpinan KPK lainnya dan bahkan melewati ruang yang tak biasa.

Ketika masuk, diungkapkan Agus saat itu Presiden sudah marah dan meminta untuk menghentikan kasus E-KTP.

"Saya heran, biasanya itu memanggil berlima, tapi ini kok sendirian. Dan dipanggilnya juga bukan lewat ruang wartawan tapi ruang masjid kecil," ungkapnya.

Baca Juga: FX Rudy Bongkar Urusan Keluarga Jokowi, Kaesang: Halah, Engga Usah Diurusin

"Begitu saya masuk, presiden sudah marah menginginkan karena saat saya mau beliau sudah mengatakan hentikan," katanya.

"Saya heran yang dihentikan apanya, setelah saya duduk saya baru tau kalau ternyata yang suruh dihentikan itu adalah kasusnya pak Setnov (Setya Novanto), Ketua DPR waktu itu yang mempunyai kasus E-KTP supaya tidak diteruskan," lanjut Agus.

Namun saat itu, Agus menjelaskan bahwa Sprindik sudah dibuat dan dikeluarkan 3 minggu sebelum perintah Presiden sehingga kasus tidak bisa dibatalkan.

"Sprindik itu kan saya keluarin 3 minggu yang lalu dari Presiden bicara itu, dan KPK tidak punya SP3 tidak mungkin saya hentikan saya batalkan, akhirnya saya jalan terus," katanya lagi.

Baca Juga: Sempat Diberi Booster Kepercayaan Diri, Capres Ganjar Pranowo Ungkap Alasan Utama Ditinggal Pergi oleh Jokowi

Tentu saja pengakuan Agus mulai menuai kontroversi di masyarakat yang melihat cuplikan tayangan tersebut.

Banyak yang memuji dengan keberanian Agus dalam mengungkapkan apa yang ia alami dengan Presiden Jokowi.

Bahkan nama Jokowi pun kini trending di platform media sosial X.

Meski begitu, pihak Presiden Jokowi masih belum memberikan tanggapan soal pernyataan mantan Ketua KPK tersebut.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Tedi Rukmana