Nasional

Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Kampanye dari Ujung Indonesia, Ternyata Ini Alasannya

Oleh: Nisrina Harum Lestari Rabu 29 Nov 2023, 10:00 WIB
Juru Bicara TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aryo Seno Bagaskoro, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin fokus di wilayah yang dianggap penting.

AYOJAKARTA.COM – Pasangan nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memulai kampanyenya dari ujung Indonesia.

Juru Bicara TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aryo Seno Bagaskoro, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin fokus di wilayah yang dianggap penting.

Oleh sebab itu, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD melakukan kampanyenya dari ujung Indonesia.

“Pak Ganjar ke Merauke dan Pak Mahfud ke Sabang, ini jadi satu simbol bahwa kita tidak ingin hanya fokus di Jawa, fokus di daerah yang selama ini jadi territory yang dianggap penting tapi ke seluruh wilayah di Indonesia dimana anak-anak muda hari ini tidak hanya menjadi pemilih saja,” katanya dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Rabu, 29 November 2023. 

Baca Juga: Hadirnya Ganjar Pranowo di Grand Final MasterChef Indonesia Season 11 Dinilai Cari Suara, Netizen: Emang Membagongkan!

Aryo Seno menjelaskan pihaknya tidak ingin memanfaatkan anak muda sebagai objek suara saja, melainkan sebagai subjek.

Sebab, pihaknya melihat suara anak muda harus didengar dan perlu ada dialog langsung dengan capres dan cawapres.

“Kami punya paradigma bahwa anak muda itu jangan dimanfaatin jadi objek suara saja, tapi harus jadi subjek di situ. Perspektifnya pada saat anak muda menjadi subjek, maka pemikirannya mesti diakomodir, mesti didengar,” jelasnya.

“Dia harus ada dialog nih dengan para capres dan cawapresnya, dia harus bertukar pikiran, dia boleh memberikan masukan dan lain sebagainya. Semangat itulah yang ditampilkan oleh Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” sambungnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Sampaikan Komitmen Kampanye Damai: Keseriusan dari Hati

Maka dari itu, Ganjar dan Mahfud kerap datang ke berbagai tempat seperti kampus dan tempat nongkrong untuk berdiskusi dengan anak muda.

Menurutnya, dengan adanya dialog dengan capres dan cawapres, anak muda bisa berdiskusi dan saling memberikan masukkan.

“Maka sering kali datang ke kampus-kampus, sering datang ke tempat dimana anak muda nongkrong dalam rangka untuk menjadikan subjek tidak hanya dikasih monolog satu arah dialog, tapi ada terjadi percakapan yang itu membangun konstruktif dan bisa saling memberikan masukkan,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Tedi Rukmana