Nasional

Prabowo Subianto Sebut Demokrasi Indonesia Belum Sempurna, tapi Jadi Panutan Banyak Negara

Oleh: Nisrina Harum Lestari Rabu 22 Nov 2023, 15:35 WIB
Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menyebut demokrasi di Indonesia belum sempurna.

AYOJAKARTA.COMCapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menyebut demokrasi di Indonesia belum sempurna.

Meski belum sempurna, Prabowo Subianto mengatakan demokrasi di Indonesia menjadi panutan berbagai negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo Subianto ketika hadir dalam acara konsolidasi Partai Demokrat di Madiun.

“Demokrasi yang sekarang ini kita rasakan belum sempurna, masih banyak kekurangan, kita mengerti, kita tahu itu. Tapi kita sudah berapa kali ada pergantian presiden tanpa kekerasan, ada pergantian presiden tanpa pertumpahan darah,” kata Prabowo, dikutip dari kanal YouTube KompasTV Jember, Rabu, 22 November 2023.

Baca Juga: Hadiri Acara Desa Bersatu, Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Terancam Pelanggaran, Ini Kata Bawaslu

“Sudah berapa kali kita hitung, saya kira bisa dikatakan dan dicatat oleh sejarah dunia perjalanan demokrasi kita lumayan, perjalanan demokrasi kita sekarang menjadi panutan banyak negara. Salah satu prestasinya Pak SBY adalah beliau meraih kekuasaan dengan sah, mandat dari rakyat,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memuji prestasi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Prabowo mengungkapkan SBY merupakan presiden pertama yang dipilih secara one man one vote.

SBY diberi mandat selama 10 tahun dan tepat waktu menyerahkan kekuasaannya sesuai dengan konstitusi.

Baca Juga: Buntut Dugaan Dukungan Perangkat Desa Dukung Prabowo-Gibran, TPN Ganjar-Mahfud Bakal Lapor ke Bawaslu

“Kalau tidak salah beliau presiden pertama yang dipilih secara langsung, one man one vote. Beliau keluar, beliau dirikan partai, maju ke rakyat dapat mandat 10 tahun dan beliau turun tepat waktunya menyerahkan kekuasaan sesuai konstitusi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan demokrasi tidak akan bisa dibangun apabila mengandalkan teori saja.

Menurutnya, demokrasi harus dibangun dengan contoh dan menyebut SBY sudah membuktikan bagaimana berdemokrasi.

“Saya kira ini suatu prestasi karena demokrasi tidak bisa dibangun dengan teori diatas kerja, dengan buku, berjilid-jilid ajaran demokrasi. Demokrasi harus dibangun dengan contoh dan presiden SBY telah memberi contoh yang baik,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Tedi Rukmana