AYOJAKARTA.COM -- Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semakin menunjukkan eksistensinya jelang Pilpres 2024.
Hal tersebut didasari dari hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebut elektabilitas Prabowo-Gibran untuk Pilpres 2024 semakin meroket.
Prabowo-Gibran meraih elektabilitas 40,3 persen mengungguli dua pasangan capres-cawapres lainnya, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang mendapatkan 28,6 persen.
Kemudian, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendapat 20,3 persen.
Dilansir ayojakarta.com dari republika.co.id pada Selasa (21/11/2023), peneliti LSI Adjie Al Faraby mengatakan, tren elektabilitas dari ketiga pasangan capres-cawapres dinilai menunjukkan banyak perbedaan dalam tiga bulan terakhir.
"Ada tren elektabilitas yang makin menjauh antara pasangan Prabowo-Gibran dan pasangan Ganjar-Mahfud, kita punya trackingnya di 3 survei terakhir," kata Adjie Al Faraby.
Adjie menyebutkan, dalam tiga bulan terakhir, elektabilitas Prabowo Gibran semakin tinggi pasca keduanya ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai capres-cawapres.
Dari data saat ini, Adjie mengatakan, besar kemungkinan Pilpres 2024 akan berlangsung selama dua putaran.
"Bisa disimpulkan bahwa kemungkinan pilpres diselenggarakan dalam dua putaran pilpres," kata Adjie.
Jika berdasarkan hasil survei elektabilitas, pasangan Prabowo-Gibran memungkinkan jadi yang terkuat untuk masuk pada putaran kedua.
"Lalu, pasangan lain yang ikut lolos, dari data ini, sisa tiket diperebutkan antara Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin," jelas Adjie.
Untuk diketahui, pada survei LSI Denny JA sebelumnya, dalam rentang waktu 4-12 September 2023 atau sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan batas usia capres-cawapres, Prabowo-Gibran unggul sebesar 39,3 persen.
Kemudian, diikuti pasangan Ganjar–Mahfud dengan 36,9 persen dan Anies-Muhaimin di posisi ketiga dengan angka 15 persen.
Jika masuk dalam putaran kedua, hasil survei LSI Denny JA menyatakan, Prabowo-Gibran masih menempati posisi unggul yakni di angka 52,5 persen.
Angka tersebut memiliki selisih 8,1 persen dengan hasil elektabilitas di putaran kedua untuk Ganjar-Mahfud yang berada di angka 44,4 persen.