AYOJAKARTA.COM - Bacapres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menanggapi kegelisahan lawannya Ganjar Pranowo soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres cawapres yang menjadi dasar Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres dan masih berlaku meski Hakim Ketua MK telah dinyatakan sah melanggar etik.
Menurut Anies Baswedan kebijakan tersebut lebih baik diserahkan kembali kepada pihak atau lembaga yang memiliki kewenangan mengaturnya.
Anies Baswedan pun lebih memilih untuk fokus terhadap apa yang ia kerjakan dengan segala agenda yang telah disiapkan jelang Pilpres 2024.
Baca Juga: Jika Jadi Presiden, Anies Baswedan Tak Ingin Dorong Anaknya Jadi Cawapres
"Kami fokus kepada agenda kita untuk hadirkan keadilan, karena itu kita bilang adil makmur untuk semua," ujar Anies seperti dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (13/11/2023).
Anies juga mengungkapkan bahwa dirinya kini lebih memikirkan perubahan apa yang bisa dirasakan oleh masyarakat terkait lapangan pekerjaan, kesehatan dan pendidikan.
"Yang kamu pikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan perubahan. Lapangan pekerjaan lebih luas, kesehatan lebih baik, pendidikan terjangkau itu fokus kita dan itulah yang kita kerjakan terus," lanjutnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Yakin akan Menang Dalam Satu Putaran: Insyaallah
Ia pun menanggapi kegelisahan Ganjar Pranowo yang sempat menyatakan bahwa dirinya gelisah soal putusan MK yang masih berlaku.
Dengan begitu membuat dasar bagi putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres Prabowo Subianto.
Menurut Anies siapapun yang ada di dalam arena kontestasi merupakan keputusan dari lembaga yang berwenang.
"Siapapun yang berada di dalam arena kontestasi itu biarlah menjadi keputusan-keputusan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang ada baik partai, baik komisi," ucapnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian menegaskan bahwa dirinya kini hanya memikirkan soal bagaimana agenda yang direncakan timnya dapat terlaksana dengan baik bukan soal lain.
"Tapi bagi kami yang penting adalah bagaimana agenda itu terlaksanakan," tegas Anies.
Kegelisahan Ganjar soal Putusan MK
Diberitakan sebelumnya bahwa bacapres Ganjar Pranowo telah mengungkapkan kegelisahannya soal putusan MK atas perkara batas usia capres cawapres.
Baca Juga: Sindir Presiden Jokowi? Anies Baswedan Sebut Tidak Akan Calonkan Anaknya dalam Kontestasi Politik
Ganjar menyayangkan hasil putusan Majelis Kehormatan MK yang meloloskan begitu saja pelanggaran etik pada putusan MK beberapa waktu lalu.
"Saya tercenung memantau perkembangan akhir-akhir ini tentang kondisi politik setelah putusan MKMK. Saya mencoba diam sejenak, saya merenungkan bangsa ini ke depan," ujar Ganjar.
Ganjar menyatakan bahwa dirinya telah mencermati kata demi kata pada putusan tersebut.
"Saya mencermati kembali kata demi kata, kalimat demi kalimat dari putusan itu yang menjadi pertimbangan dan dasar Majelis Kehormatan MK," lanjutnya.
Ia pun mengungkapkan perasaan gelisahnya yang menganggap bahwa protes pada pelanggaran etik bisa lolos begitu saja.
"Dari situ saya semakin gelisah dan terusik mengapa sebuah keputusan dari sebuah protes dengan pelanggaran etik berat dapat begitu saja lolos, apa ada pertanggungjawabannya kepada negara," tutur Ganjar.***