AYOJAKARTA.COM - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, mengakui bahwa partainya dan partai koalisi akan mempercepat proses penentuan calon wakil presiden (cawapres) yang akan menjadi pendamping Prabowo Subianto.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap percepatan jadwal pendaftaran pasangan calon (paslon) capres-cawapres Pilpres 2024 yang diumumkan oleh KPU.
"Kalau pendaftaran capres-cawapres dipercepat, otomatis penentuan cawapres (pendamping Prabowo) akan lebih cepat," kata Habiburokhman dalam sebuah acara diskusi di Jakarta Pusat pada tanggal 7 September 2023.
Baca Juga: Jelaskan Sejarah Indonesia ke Mahasiswa, Anies Baswedan Dikritik Sejarawan: Salah Maning Son
KPU telah mengumumkan rencananya untuk mempercepat jadwal pendaftaran pasangan capres-cawapres dari awalnya 19 Oktober–25 November 2023 menjadi 10–16 Oktober 2023. Hal ini berarti pendaftaran akan dibuka sekitar satu bulan lebih awal dari jadwal sebelumnya.
Habiburokhman menegaskan bahwa Partai Gerindra akan tunduk pada jadwal Pilpres 2024 yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilu.
Dia juga menjelaskan bahwa proses penentuan cawapres pendamping Prabowo masih berlangsung, dan menolak anggapan bahwa proses ini berjalan lambat. Menurutnya, proses penentuan cawapres Prabowo berjalan dengan santai.
"Cawapres ini adalah sosok yang penting karena bisa menjadi penentu hasil. Kami akan menikmati fleksibilitas waktu yang ada sampai batas akhir pendaftaran untuk menemukan sosok yang tepat," ujar Habiburokhman.
Dia juga menekankan bahwa terus berlanjutnya proses penentuan cawapres pendamping Prabowo adalah hal yang wajar. Dia merujuk pada fakta bahwa bahkan rekan mereka dari Partai PDIP, seperti Masinton Pasaribu, yang telah memenuhi ambang batas presiden, belum menentukan cawapresnya.
Baca Juga: Gambar yang Pertama Kamu Lihat Kuda atau Katak? Terungkap Sisi Positif Kepribadian Anda!
Oleh karena itu, mereka tidak merasa tergesa-gesa selama masih dalam tenggat waktu sebelum pendaftaran dibuka.
Percepatan jadwal pendaftaran capres-cawapres oleh KPU dilakukan setelah perubahan dalam Pasal 267 UU Pemilu melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pemilu.
Perubahan tersebut mengatur bahwa penetapan pasangan capres-cawapres harus dilakukan 15 hari sebelum kampanye dimulai, sehingga KPU mengatur jadwal pendaftaran dan tahapan lainnya sesuai dengan perubahan tersebut. Jadwal kampanye Pemilu 2024 juga sudah ditetapkan akan dimulai pada tanggal 28 November 2023.
Orang Setia Jokowi
Menteri BUMN Erick Thohir, yang merupakan orang setia Joko Widodo, enggan mengomentari kabar yang menyebut dirinya akan menjadi bacapres pada Pilpres 2024. Namanya santer disebut akan mendampingi bakal calon presiden Prabowo Subianto.
Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI. Ia tidak mau mengomentari isu yang berkembang terkait dirinya.
Baca Juga: Dibuka 572.496 Formasi CPNS 2023, Inilah 10 Intansi Paling Sepi Peminat, Ada yang Cuma 43 Pelamar!
"Enggak, no comment," ujar Erick Thohir kepada awak media di Media Center KTT ASEAN, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis 7 September 2023.
Menurut hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), Erick Thohir mendapatkan angka elektabilitas tertinggi sebesar 15,9 persen.
Sementara di posisi kedua diisi oleh AHY dengan perolehan angka elektabilitas sebesar 12,1 persen. Menyusul di tempat ketiga, nama Mahfud MD dengan elektabilitas sebesar 9,9 persen.
Sementara itu, Prabowo Subianto mengatakan bahwa dirinya membutuhkan calon wakil presiden dari kalangan anak muda. Ia pun menyebut sejumlah nama tokoh muda yang berpotensi menjadi pendampingnya, termasuk Erick Thohir.
"Erick muda, Gibran muda. Banyak yang muda. Ridwan Kamil oke," kata Prabowo Subianto.