Nasional

Pernyataan Anies Baswedan di Mata Najwa ada Unsur Kebohongan, Demokrat: Ini Pelanggaran Fatal

Oleh: Cindra May Ningrum Rabu 06 Sep 2023, 11:13 WIB
Dalam program Mata Najwa, Anies Baswedan ditanya mengenai seberapa jauh keterlibatannya dalam proses penentuan cawapres Cak Imin.

AYOJAKARTA.COM - Usai deklarasi menjadi pasangan capres dan cawapres di Surabaya, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berbincang hangat di program Mata Najwa.

Anies Baswedan melalui media sosial Instagram mengungkapkan, dirinya dan Cak Imin hadir di Mata Najwa untuk menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat luas.

Perlu diketahui sebelumnya, Demokrat adalah salah satu partai pendukung Anies Baswedan kini menyatakan resmi keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Hal tersebut lantaran Demokrat merasa dikhianati dan tak diajak komunikasi terkait pilihan cawapres Anies Baswedan yang jatuh pada pilihan ketua umum PKB yakni Cak Imin.

Kendati demikian, salah satu Politikus Partai Demokrat yakni Cipta Panca Laksana, menilai pernyataan Anies Baswedan di program Mata Najwa ada unsur kebohongan.

Mulai dari tidak menyebut nama cawapres hingga penjelasan menghubungi Ketua Umum Demokrat Agus Harimurthi Yudhoyono atau AHY.

"Pertama tidak benar Anies bilang selama pertemuan tanggal 24 dia dan Tim 8 di Cikeas tidak menyebut sama sekali nama cawapres," ujar Cipta seperti dikutip AyoJakarta.com dari Republika pada Rabu, 6 September 2023.

Baca Juga: Surat Tulisan Tangan Beredar Luas di Jaga Maya, Benarkah Anies Baswedan Calon Presiden yang Mengingkari Janji?

Kedua, menurut Cipta, tidak benar bahwa Anies Baswedan telah berusaha menghubungi AHY sampai tanggal 31 Agustus.

Lalu ketiga, Cipta melihat Anies Baswedan pasrah dengan Surya Paloh untuk mengabaikan dua partai mitra lainya yaitu Demokrat dan PKS untuk diajak komunikasi.

"Ini pelanggaran fatal terhadap kesepakatan Koalisi Perubahan," ucapnya.

Pernyataan Anies Baswedan tidak menjelaskan siapa yang menggebrak meja, bisa membuat publik menangkap kesan bahwa yang dia maksud adalah perwakilan Demokrat karena memaksakan AHY sebagai wakil presiden.

"Perlu diluruskan yang gebrak meja adalah SP krn 'diserang' oleh Tim 8 utk segera lakukan deklarasi. Jadi tidak benar hanya Demokrat yang memaksa segera deklarasi," tambah Cipta.

Dalam program Mata Najwa, Anies Baswedan ditanya mengenai seberapa jauh keterlibatannya dalam proses penentuan cawapres Cak Imin.

Sebelumnya, disebutkan keputusan itu hanya diambil oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, dan Anies Baswedan hanya ditugaskan menjalankan keputusan selayaknya seorang petugas partai.

Baca Juga: Peluang AHY Mendampingi Anies Baswedan Hilang, Susilo Bambang Yudhoyono: Ada Campur Tangan Dalang!

"Apabila Pak Surya Paloh mengajukan nama yang tidak relevan dengan usaha pemenangan dan saya harus melaksanakannya, maka saya petugas partai, semata-mata menjalankan," jelas Anies seperti dikutip AyoJakarta dari YouTube Mata Najwa.

Anies turut menjelaskan bahwa dirinya punya alasan mengapa memilih Cak Imin sebagai cawapresnya.

"Tapi, kalau yang dibawa namanya adalah yang sesuai dengan kebutuhan kita, seperti yang saya sampaikan tadi, kita perlu mengundang PKB. Kenapa? Karena kita lemah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kita butuh partai yang basis kuat di sana," tutur Anies Baswedan.

Reporter Cindra May Ningrum
Editor Aris Abdulsalam