AYOJAKARTA.COM – Salah satu buntut deklarasi pasangan Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar adalah keluarnya Partai Demokrat dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Ditetapkannya Muhaimin Iskandar sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan dinilai Partai Demokrat telah melanggar kesepakatan.
Selain kekecewaan Partai Demokrat, publik juga dibuat terperangah dengan banyaknya unggahan mengenai surat yang berisi tulisan tangan Anies Baswedan.
Dalam surat yang sempat menjadi konsumsi publik, secara tertulis Anies dengan jelas mengajak agar Ketua Umum Partai Demokrat AHY bersedia menjadi cawapres.
Melalui surat tersebut, Anies Baswedan kemudian dinilai sebagai pribadi yang senang mengingkari janji.
Terkait dengan beredarnya surat pinangan terhadap AHY sebagai cawapres, Anies Baswedan memberi penjelasan.
Anies tidak menampik bahwa surat berisi ajakan sebagai cawapres yang beredar di jagad maya memang merupakan hasil tulisan tangannya.
Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Anies Baswedan dan Cak Imin, Jika Digabung Bisa Capai 150 Miliar?
Salah satu latar belakang lahirnya surat tersebut, menurut Anies berangkat dari situasi di dalam Tim Delapan yang mulai mengalami kebuntuan.
Masuknya nama AHY sebagai salah satu calon pendamping, juga telah diketahui partai pengusung koalisi sejak bulan Juni.
“Saya menyampaikan pilihan yang ada adalah AHY, dan itu sudah saya katakan kepada Partai Nasdem, PKS dan Demokrat sejak Juni,” ujar Anies.
Lebih lanjut, Anies menjelaskan alasan lain yang membuatnya menulis surat pinangan tersebut adalah untuk menjaga soliditas di Koalisi Perubahan.
Guna menjaga harmonisasi di dalam Tim Delapan, Anies yang sempat didatangi utusan Partai Demokrat kemudian membuat keputusan.
“Jadi mereka minta kepada saya ada sesuatu yang tertulis, yang bisa ditunjukkan, jadi saya minta ajudan mengambilkan buku, lalu saya tulis,” imbuh Anies.
Anies menegaskan bahwa maksud dan tujuan serta kesepakatan utama dari penulisan surat tersebut tidak lain untuk ditunjukkan kepada AHY dan dikembalikan.
“Janji ditunjukkan kepada AHY, dibaca, sesudah itu dibawa lagi dan disimpan oleh Pak Sudirman Said,” terang Anies.
Penggunaan surat sebagai pengganti pernyataan, menurut Anies juga tidak dilakukan dengan melalui proses dokumentasi atau pemotretan.
Dengan beredarnya surat tulisan tangan tersebut, Anies mengaku heran karena apa yang semula menjadi kesepakatan tidak berjalan.
“Tidak ada pemotretan, karena itu kami juga heran, kok bisa ada fotonya, karena setahu kita tidak ada pemotretan,” ungkap Anies.
Baca Juga: Peluang AHY Mendampingi Anies Baswedan Hilang, Susilo Bambang Yudhoyono: Ada Campur Tangan Dalang!
Demikian tanggapan Anies terkait surat pinangan kepada AHY yang dikutip Ayojakarta pada Selasa, 5 September 2023 dari kanal Youtube Najwa Shihab.

Share this article
Buntut deklarasi pasangan Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar adalah keluarnya Partai Demokrat dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.