AYOJAKARTA.COM – Menghadapi dinamika politik yang tidak sejalan dengan nilai kejujuran dan komitmen, Partai Demokrat mengaku kecewa.
Pasalnya, bagi Partai Demokrat, nilai-nilai kejujuran dan komitmen merupakan suatu hal yang bersifat sangat fundamental.
Salah satu bentuk kekecewaan tersebut, dilakukan Partai Demokrat dengan menarik dukungan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Pernyataan terkait pentingnya nilai kejujuran daN komitmen dalam hubungan pribadi maupun politik disampaikan AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat.
Dalam keterangan resminya usai deklarasi pasangan Anies-Cak Imin, AHY menilai Partai Demokrat telah dilukai.
Luka itu, menurut AHY bukan karena kegagalan Ketua Umum Partai Demokrat menjadi Wakil Presiden untuk mendampingi Anies.
“Tapi karena perjuangan Demokrat telah dilukai oleh mereka yang tidak jujur serta telah melanggar komitmen dan kesepakatan,” jelas AHY.
Baca Juga: Baru Deklarasi Cawapres Muhaimin Iskandar Langsung Terseret Kasus Korupsi, Anies Baswedan Menanggapi
Nilai-nilai kejujuran dan etika merupakan salah satu hal penting yang didapatkan AHY ketika menggeluti dunia militer, dan merupakan jalan untuk mendapatkan kemenangan.
Sehingga dengan bermodal kejujuran, komitmen dan etika maka perang bukan saja sebatas pada prinsip membunuh atau terbunuh.
“Demokrasi yang sejati hanya bisa terawat dan tetap eksis jika hal-hal seperti kejujuran dan komitmen tetap dipertahankan,” imbuh AHY.
Hal senada, menurut AHY juga merupakan sesuatu hal yang menjadi keinginan dan selalu diperjuangkan rakyat Indonesia.
Dengan mengedepankan prinsip kejujuran dan etika serta menjunjung komitmen, maka politik tidak harus dilakukan dengan menghalalkan segala cara.
Perubahan yang bersifat mendasar dan besar, menurut AHY merupakan sebuah harapan yang dimiliki oleh Partai Demokrat.
“Komitmen menjadi barang yang langka, kata maaf dijadikan obat yang murah untuk pengingkaran atas sebuah komitmen,” imbuh AHY.
Oleh karena itu, Partai Demokrat bersikeras akan memperjuangkan nilai-nilai esensial dan fundamental tersebut dalam politik Indonesia.
Dalam memilih pemimpin yang bertanggung jawab atas hajat hidup orang banyak, menurut Ketua Umum Partai Demokrat tidak bisa dilakukan tanpa musyawarah.
Sebab melalui proses musyawarah, sebuah keputusan dapat dilakukan dengan tetap membawa nilai-nilai kepercayaan.
“Bagi kami lebih baik bersepakat untuk tidak sepakat daripada dipaksa menerima keputusan yang kami sendiri tidak terlibat,” pungkas AHY.
Baca Juga: Selain Anies Baswedan, Partai Demokrat Juga Pernah Dikhianati Partai Lain Menjelang Pilpres 2019
Untuk itu, Ketua Umum Partai Demokrat mengajak para kader untuk tetap solid dan terus melakukan upaya-upaya perubahan.
Bentuk upaya yang perlu dilakukan para kader Partai Demokrat adalah dengan memberi maaf pihak-pihak yang telah bertindak secara sepihak.
“Semoga kita semua bisa memaafkan walaupun tidak begitu saja melupakan,” pungkas AHY seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 4 September 2023 dari Kompas TV.