Nasional

Jengkel! Bersaksi di Sidang Haris Azhar-Fatia, Blak-blakan Luhut Ngaku Sakit Hati karena Diberi Julukan Ini

Oleh: Nisrina Harum Lestari Kamis 08 Jun 2023, 18:22 WIB
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan

AYOJAKARTA.COM -– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan hadir dalam sidang kasus pencemaran nama baiknya dengan terdakwa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (8/6/2023), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kekesalannya.

Awalnya, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa dirinya sempat meminta Polda Metro Jaya agar kasus pencemaran nama baik itu dimediasikan.

Baca Juga: Luhut Bersaksi di Sidang Haris Azhar dan Fatia: Saya Perwira, Siap Dihukum Kalau Saya Salah

Luhut mengaku bahwa ia meminta kasus yang ia laporkan dimediasi meskipun dirinya jengkel dengan Haris dan Fatia.

“Memang ada upaya saya minta sendiri kepada Kapolda, tolong kalau bisa dimediasi saja,” kata Luhut dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV, Kamis (8/6/2023).

Kemudian, Luhut pun mengaku jengkel karena dituduh mempunyai perusahaan yang disebut-sebut berlokasi di Papua.

Selain itu, Menko Marves itu juga mengaku bahwa dirinya sakit hati karena disebut sebagai lord hingga penjahat.

Baca Juga: Sempat Bikin Publik Geger, Marves Luhut Jamin Izin Ekspor Pasir Laut Tidak Merusak Lingkungan, Kog Bisa?

Menurutnya, kata lord dan juga penjahat yang ditujukan kepada dirinya sangat menyakitkan hatinya.

“Saya jengkel sekali karena saya dituduh sebagai punya bisnis di Papua, dan kemudian juga saya disebut lord dan penjahat, itu menurut saya kata-kata yang sangat menyakitkan,” jelasnya.

“Saya punya anak buah gugur banyak, dan saya dibilang penjahat, itu sangat menyakitkan hati saya,” sambungnya.

Baca Juga: Digosipkan Memanas, Respon Santai Anies Baswedan Jawab Tantangan Luhut Soal Subsidi Mobil Listrik

Selain itu, dalam persidangan Luhut juga menyebutkan kerugian dari video Haris dan Fatia.

Ia mengaku bahwa anak cucunya mengalami kerugian moral akibat dirinya disebut sebagai orang yang tidak baik

“Saya terus terang kerugian materiil tidak perlu dihitung, tapi secara moral anak cucu saya, saya dibilang penjahat, saya dibilang lord,” sebutnya.
***(Nisrina Harum Lestari)

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Wahyu Vitaarum