Nasional

Jadi Trending Topik di Twitter, Ternyata Begini Kronologi Kisruh di Jogja yang Libatkan PSHT dan Brajamusti

Oleh: Nisrina Harum Lestari Senin 05 Jun 2023, 16:13 WIB
Kisruh di Jogja

AYOJAKARTA.COM -– Yogyakarta kembali menjadi perbincangan masyarakat usai baru-baru ini terjadi konflik.

Pada Minggu (4/6/2023), terjadi bentrok antara dua kelompok massa, yakni PSHT dan Brajamusti di daerah Taman Siswa (Tamsis) Yogyakarta

Diketahui, PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate adalah sebuah organisasi pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Baca Juga: Viral Sertifikat TOEFL dan IELTS Dijual di Tokopedia, Harganya Rp 349 Ribu hingga Rp 1,6 Juta

Sementara itu, Brajamusti merupakan nama suporter klub sepak bola di Yogyakarta, yakni PSIM.

Kronologi kisruh di Jogja PSHT Vs Brajamusti

Dikabarkan, konflik tersebut dipicu oleh kerusuhan sebelumnya yang terjadi pada pekan lalu di Vila Pondok Bambo Rando, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Diketahui kerusuhan sebelumnya terjadi antara salah seorang anggota PSHT bernama Ali Susanto Joko Saputro dan suporter bola, Brajamusti.

Akibat dari kerusuhan sebelumnya, Ali Susanto Joko Saputro harus mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit yang diduga karena dikeroyok.

Sayangnya, keributan yang terjadi kini makin melebar sehingga pihak kepolisian pun harus turun ke lapangan.

Baca Juga: Momen Ngakak Pengendara Motor Terciduk Hindari Polisi Usai Tilang Manual Kembali Diberlakukan: Panik Nggak?

Kondisi pada Minggu Malam, bahkan sempat memanas saat Polisi sempat mengarahkan rombongan PSHT dari luar kota agar putar balik di batas kota dan tidak diperkenankan untuk masuk ke kota.

Dalam video yang beredar, pihak kepolisian juga sempat berkomunikasi sejumlah massa untuk melakukan mediasi.

“Saya gimana mau ketemu koordinatornya, sementara saya pas mau ke sana masih ada massa. Makanya saya minta tolong saya akan membawa ini semua ke Polda. Nanti saya bilang koordinatornya sedang saya coba hubungi,” ucap salah seorang anggota dari kepolisian.

Kemudian pada pukul 8 malam, dikabarkan bentrok antara dua kelompok tersebut sudah reda.

Selanjutnya, rombongan PSHT diamankan oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Polda Yogya.

Baca Juga: Viral di Twitter, Ada Pelanggan Sebut Telkomsel Ngerampok, Naikan Tagihan Tanpa Konfirmasi, Ada Apa?

Pada Senin (5/6/2023) pagi, Polda Yogya sudah mengadakan pertemuan antara Kapolda D.I Yogyakarta Irjen Pol Suwondo Nainggolan dan perwakilan dari Brajamusti dan juga PSHT.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Brajamusti yakni Muslim Burhanuddin menyampaikan penyesalannya atas kerusuhan yang terjadi.

“Pada hari ini Senin (5/6/2023) kami menyatakan dan menyesalkan tentang kejadian yang terjadi pada tanggal 28 Mei 2023 di Parangtritis. Saat ini kejadian tersebut sudah ditangani pihak kepolisian dan telah diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Muslim Burhanuddin.

Selain itu, Ketua Cabang PSHT Yogyakarta, Sutopan Basuki juga menyampaikan hal yang sama.

“Pada hari ini Senin (5/6/2023) dengan ini kami menyatakan dan menyesalkan tentang kejadian yang terjadi pada tanggal 28 Mei 2023 di Vila Rando Parangtritis dan saat ini kejadian tersebut sudah ditangani pihak kepolisian,” ucap Sutopan Basuki.

Baca Juga: Masriah, Wanita Penyiram Tinja Dipenjara, Tetangga Kompak Gelar Syukuran

Pertemuan tersebut dilakukan untuk wujud nyata komitmen bersama agar kejadian kerusuhan tersebut tidak semakin melebar akibat informasi hoaks dan provokator.

Ini karena, diketahui Brajamusti ada yang merupakan warga PSHT, begitu juga sebaliknya.

Siang hari ini, Polda Yogya menyampaikan bahwa kerusuhan yang terjadi kemarin sudah ditangani oleh Polres Bantul.

Selain itu, dikabarkan bahwa pihak kepolisian sudah menetapkan dua tersangka dalam kerusuhan kemarin.***(Nisrina Harum Lestari)

Disclimer: Hingga berita ini diunggah, perihal detail kronologi bentrok yang terjadi di Yogyakarta tersebut sayangnya belum ada rilis resmi dari pihak dari pihak berwajib dan masih menunggu informasi lengkapnya.

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Wahyu Vitaarum