AYOJAKARTA.COM--Mendekati pelaksanaan pesta demokrasi, masyarakat dikejutkan dengan munculnya baliho raksasa bergambar Presiden Jokowi serta capres Prabowo Subianto.
Dalam baliho tanpa identitas parpol yang terlihat di beberapa wilayah Indonesia tersebut terpampang jelas foto Presiden Jokowi serta capres Prabowo Subianto.
Selain terpampang kalimat Tahun 2024 jatahnya Pak Prabowo, pada bagian bawah baliho raksasa bergambar Prabowo Subianto juga terlihat kalimat Bersatu Membangun Bangsa.
Sebelum terlihat di sejumlah titik di kota Lampung, baliho raksasa yang senada juga sempat terlihat di sejumlah titik di kota Jakarta.
Terkait dengan munculnya baliho bergambar presiden Jokowi yang terkesan mendukung capres Prabowo, Direktur Eksekutif Political Literasi memberi tanggapan.
Menurut Gun Gun Heryanto, fenomena munculnya baliho di sejumlah titik merupakan hal lumrah dan wajar mendekati masa pemilu.
Adanya baliho tersebut tidak lain merupakan sebuah bentuk partisipasi publik yang muncul menjelang kontestasi pemilihan.
Para relawan ataupun pendukung sengaja menggunakan momentum tersebut untuk melakukan publisitas untuk mendongkrak pilihannya.
“Tujuannya menciptakan good will, menciptakan respect, kemudian pemahaman dan terakhir adalah popularitas,” jelas Gun Gun.
Kurang rincinya peraturan terkait dengan mekanisme dari mulai menjelang hingga usai pemilu menjadi salah satu penyebab munculnya baliho tersebut.
“Semua bisa berkelit dan pesannya sengaja dibikin menjadi polisemi atau memiliki makna yang banyak, multi tafsir,” jelas Gun Gun.
Tidak adanya identitas dari pembuat baliho, menurut Gun Gun juga merupakan bagian strategi pemasangan, untuk menghindari aturan kampanye.
“Nah ini kalau dijangkau oleh aturan, ya misalnya aturan Komisi Pemilihan Umum ini tidak akan terkena aturan kampanye,” imbuhnya.
Adanya dugaan bahwa baliho-baliho semacam ini akan semakin banyak seiring dengan musim pemilihan, Gun Gun menilai perlu dibuatnya aturan lebih spesifik.
Selain itu, memastikan netralitas bagi setiap pejabat publik ketika berada di ruang publik juga menjadi sebuah keharusan.
Gun Gun berharap dengan adanya kepastian aturan yang spesifik terkait dengan proses pemilihan umum, maka proses demokrasi bisa berjalan lancar.
Lebih lanjut Gun Gun juga berharap agar masyarakat pemilih juga tidak bosan untuk bersifat kritis terhadap sebuah fenomena semacam ini.
Baca Juga: Ditanya Soal Maju Jadi Capres, Prabowo Subianto: Kalau Diizinkan, Saya akan Nyapres
“Reklame semacam ini adalah publisitas berbayar, sebenarnya bisa diidentifikasi siapa yang memasang karena menyangkut pajak,” terang Gun Gun.
Dipasangnya gambar presiden Jokowi bersama capres Prabowo, menurut Gun gun adalah salah satu upaya merekonstruksi citra kandidat.
Demikian tanggapan pengamat seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 4 Juni 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***