AYOJAKARTA.COM – Mendekati agenda nasional pemilihan umum 2024, calon presiden Prabowo Subianto terus melakukan manuver.
Sejumlah kunjungan terus dilakukan oleh Prabowo Subianto untuk mencari dukungan politik pada pemilu 2024 mendatang.
Selain mendapat dukungan dari relawan Gibran usai berkunjung ke Solo, Prabowo Subianto juga melakukan kunjungan kepada SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
Baca Juga: Isi Twittermu Bahasa Inggris atau Bahasa Asing? Berikut Cara Terjemahkan Tweet Otomatis
Sehubungan dengan pertemuan dengan SBY, Prabowo menyebut bahwa pertemuan tersebut merupakan silaturahmi biasa.
“Beliau senior saya, kita dulu sama-sama di AKABRI, kita nostalgia dan intinya menyambung silaturahmi dan persahabatan,” jelas Prabowo.
Sebagaimana layaknya yang terjadi dengan para capres lain, nama bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo juga menjadi kabar paling ditunggu publik.
Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya atau KIR yang digawangi Partai Gerindra dengan Partai Kebangkitan Bangsa masih terus melakukan pencarian.
Baca Juga: Lirik Lagu dan Chord Gitar Something Just Like This - The Chainsmokers vs Coldplay: Oh I Want...
Terkait dengan nama bacawapres pendamping Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak memberi tanggapan.
Menurut juru bicara Prabowo Subianto tersebut, figur yang akan mendampingi haruslah memenuhi sejumlah persyaratan.
Selain memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, bacawapres juga perlu mendapat persetujuan dari Ketua Umum PKB.
“Harus bisa membantu electoral Pak Prabowo, tingkat penerimaan publik yang tinggi, juga ada dukungan dari partai politik karena itu penting,” jelasnya.
Baca Juga: 4 Juni 2023 Memperingati Hari Apa? Ternyata Disambut oleh Biksu yang Jalan Kaki Ribuan Kilometer Loh
Selain Prabowo yang menemui Partai Demokrat, langkah yang sama juga tengah dilakukan oleh PDI Perjuangan dengan bertemu PAN.
Publik kemudian beropini bahwa dari pertemuan tersebut akan membuat kekuatan koalisi KIR menjadi melemah dan membuat Prabowo semakin menurun.
Terkait dengan adanya pertemuan antara PDIP dengan PAN tersebut, Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Andre Rosiade memberi tanggapan.
Menurutnya langkah yang ditempuh PDIP merupakan hal lumrah yang tidak perlu dikuatirkan apalagi sampai dijadikan ketakutan.
Baca Juga: Diisukan Rasis, Riang Prasetya Ketua RT di Pluit Buka Suara: Itu Hanya Manuver Peralihan Isu
Andre menilai bahwa pertemuan dua partai ketika mendekati pelaksanaan pemilu merupakan sebuah bentuk komunikasi.
“Ini hal biasa, komunikasi, apakah nanti komunikasinya berjodoh atau tidak, tentu masih kita tunggu,” jelas Andre.
Lebih lanjut Andre menjelaskan langkah-langkah komunikasi dengan partai merupakan bagian dari proses meraih kemenangan.
“Termasuk Gerindra sendiri terus berkomunikasi dengan PKB, dan partai-partai yang lain, jadi itu tidak perlu dikuatirkan,” jelasnya.
Andre percaya bekal perolehan suara atau electoral threshold yang dimiliki akan semakin menguat setelah mendapat dukungan dari partai lain.
“Kami berharap KIR juga bisa menambah kekuatan dengan bergabungnya partai lain,” pungkas Andre yang dikutip Ayojakarta pada Jumat 2 Juni 2023 dari Kompas TV. ***

Share this article
Kabarnya sejumlah kunjungan terus dilakukan oleh Prabowo Subianto untuk mencari dukungan politik pada pemilu 2024 mendatang.