Nasional

Beri Wejangan ke Anies Baswedan Sebagai Capres, Jusuf Kalla Sentil Soal Warisan Utang Negara

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Selasa 23 Mei 2023, 13:48 WIB
Jusuf Kalla

AYOJAKARTA.COM -- Jusuf Kalla mantan wakil presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 RI, menghadiri acara Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar di Istora Senayan pada Sabtu, 20 Mei 2023.

Pada kesempatan ini, Jusuf Kalla dalam pidatonya memberikan dukungan dan semangat kepada Anies Baswedan bakal calon Presiden alias Pilpres 2024.

Jusuf Kalla menyebut bahwa tidak mudah untuk mengurusi negara, namun jika Anies Baswedan berhasil menyelesaikan segala permasalahan ia menjadi pahlawan kemanusian.

Baca Juga: Jusuf Kalla Sentil Lonjakan Utang Pemerintahan Jokowi Terbesar dalam Sejarah, Bayar Rp1.000 Triliun Setahun

"Anies, lima tahun yang akan datang bukan tempat yang nyaman untuk mengurus negeri, tetapi kalau bisa diselesaikan merupakan heroe dan pahlawan kemanusian kemajuan," ungkap Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa kita saat ini diwarisi utang, menurutnya gampang sekali untuk berutang tapi untuk membayarnya bukan hal yang mudah.

"Berutang gampang, tapi yang susah membayar utang, kita diwariskan untuk membayar utang, tapi pahlawan yang sebenarnya ialah yang menyelesaikan persoalan," lanjutnya.

Anies Baswedan pun sempat berpidato pada acara tersebut, dirinya menyampaikan gagasan terkait institusi politik yang bersifat memeras, menyingkirkan.

"Negara dengan institusi politik bersifat memeras cenderung mengkonsolidasikan kekuatan kewenangan pada satu pemimpin, pada satu grup pada satu kelompok, kekuasaannya tidak disebar dan dibagikan kepada semua," ujar Anies.

Baca Juga: PEDAS! Anies Baswedan Sebut Jokowi Kalah Soal Bangun Jalan dari SBY, Jusuf Kalla Sentil Jalan Daerah Rusak

"Negara dengan institusi politik yang memeras menyingkirkan memberikan kesempatan partisipasi yang terbatas, partisipasi yang terkendali," sambungnya.

Tidak hanya itu, menurut Anies Baswedan institusi politik seperti itu sering menyingkirkan mereka yang berpikiran beda, sering juga tidak mengindahkan etika dan aturan hukum.

"Bahkan mereka-mereka yang berbeda pikiran politiknya sering dipinggirkan dari arena, negara dengan institusi politik yang memeras menyingkirkan, ini sering tidak mengindahkan etika, sering tidak mengindahkan aturan hukum," jelas Anies.

Baca Juga: Jusuf Kalla Sebut Sosok Ini Punya Kemampuan untuk Jadi Cawapres Anies Baswedan, Siapa?

Selain itu, Anies Baswedan menyebut politik seperti itu kerap kali menerapkan sistem tebang pilih, dan hanya menguntungkan pihak yang berada di lingkar kekuasaan saja.

"Bahkan peraturan bisa ditekuk-tekuk, bisa diterapkan tebang pilih, yang sering kali dibuat hanya untuk menguntungkan mereka yang sedang berada di dalam lingkar kekuasaan," kata Anies.

Acara Milad PKS ini dihadiri pula oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali, beserta para pengurus partai.***(Desta Nurwati Siamyah)

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Wahyu Vitaarum