AYOJAKARTA.COM – Wakil Presiden ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa utang luar negeri Indonesia tembut angka yang fantastis.
Yang mana utang tersebut merupakan jumlah terbesar dalam sejarah Republik Indonesia selama merdeka.
Ia pun sependapat dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kala itu menyoroti utang pemerintahan saat ini.
Baca Juga: Kembali Pidato di Depan Relawan, Anies Baswedan Sebut Seorang Pemimpin Harus Seperti Ini
Menurutnya pemerintahan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus membayar lebih dari Rp1.000 triliun dalam setahun.
Hal ini disampaikan oleh Jusuf Kalla saat memberi pidato dalam acara perayaan milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (20/5/2023).
“Pak AHY tadi mengatakan utang besar, betul. Setahun bayar bunga dan utang lebih Rp1.000 triliun. Terbesar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka,” ujar Jusuf Kalla dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Senin (22/5/2023).
Bukan itu saja, JK juga menyoroti masalah sosial saat ini yang gemar flexing di Indonesia sehingga menjadi bulan-bulanan masyarakat.
Baca Juga: Jusuf Kalla Sebut Sosok Ini Punya Kemampuan untuk Jadi Cawapres Anies Baswedan, Siapa?
“Masalah sosial, sekarang sudah mulai berbahaya, ibu-ibu pakai tas bagus sudah mulai musuh masyarakat. Apalagi (pakai) tas Hermes, bukan dia yang salah suaminya yang ditangkap,” ungkapnya.
“Anak-anak pakai motor besar jadi musuh masyarakat. Ada foto pejabat ke luar negeri, jadi musuh masyarakat,” sambungnya.
Menyoroti masalah sosial yang tengah terjadi saat ini, JK khawatir akan terulang kembalinya peristiwa 1998 apabila tidak diselesaikan keadilan.
“Satu langkah ini apabila tidak diselesaikan keadilan akan jadi lagi tahun 98. Dan kita tidak ingin, kita harus hindari itu dengan pemerataan,” ujarnya.
Jusuf Kalla juga mengingatkan beratnya persoalan bangsa yang harus dipikul di masa yang akan datang.
Sehingga menurutnya agar persoalan yang terjadi tidak semakin besar yang nantinya bisa membahayakan negara maka harus diselesaikan termasuk persoalan utang negara.
Ia juga mengungkapkan bahwa berutang memanglah mudah untuk dilakukan, akan tetapi yang susah adalah membayarnya.
Maka dari itu mantan wakil Presiden RI itu juga menyinggung bahwa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang mampu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kita diwariskan untuk membayar utang. Tapi pahlawan (presiden) yang sebenarnya adalah yang menyelesaikan persoalan,” ujarnya.
Baca Juga: Ikuti Bimtek, 768 Tenaga Pendukung Diminta Fokus Melayani Jemaah Haji
“Pemberani yang sebenarnya adalah yang berani untuk tampil menyelesaikan persoalan bangsa ke depan,” lanjutnya.***

Share this article
Jusuf Kalla, JK Wakil Presiden ke-10 dan 12 Indonesia, menerangkan jika utang luar negeri Indonesia tembus angka yang fantastis. Ternyata...