AYOJAKARTA.COM -- Sosok bakal Calon Presiden dari partai NasDem, Anies Baswedan kini semakin keras berkomentar banyak hal terkait kondisi Indonesia.
Bahkan Anies Baswedan dengan terang-terangan menyebut ada mafia di lembaga negara salah satunya Institusi Polri.
Menurut Anies Baswedan, banyaknya masalah di Indonesia yang tak terselesaikan tak bisa lepas dari adanya mafia-mafia di lembaga negara.
Banyak oknum mafia di lembaga negara khususnya Institusi Polri yang sengaja mempersulit masyarakat demi meraih keuntungan sendiri.
Hal itulah yang akhirnya menjadikan lembaga negara terutama Institusi Polri kerap menjadi sorotan masyakarat karena banyaknya masalah yang ada di dalamnya.
Tak hanya menyindir Institusi Polri soal mafia, Anies pun sempat menyinggung masalah-masalah yang menyeret anggota polisi.
Salah satunya adalah kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo yang mana sempat menghebohkan dan menjadi pusat perhatian banyak pihak.
Baca Juga: Belum Bocorkan Nama Cawapres, Anies Baswedan: Biar Ada Efek Kejutnya
Menurutnya kasus Ferdy Sambo yang memakan waktu proses begitu lama hingga berbulan-bulan itu pun ada andil mafia-mafia di Institusi Polri.
"Jadi, kita menyaksikan ketika peristiwa mafia-mafia ini, ada polisi jenderal membunuh anak buahnya," ujar Anies seperti dikutip Ayojakarta.com pada laman Suara.com, Senin (22/5/2023).
Bahkan kasus Teddy Minahasa soal penyelundupan narkoba jenis sabu pun tak lepas dari sindiran Anies.
“Terkuak ada jenderal membunuh, ada (polisi) yang menyelundupkan narkoba,” lanjutnya.
Baca Juga: Anies Baswedan : Mafia Harus Diberantas, Agar Rakyat Bisa Merasakan Keadilan!
Usai menyindir soal adanya mafia di tubuh Polri, Anies pun dengan blak-blakan menyentil Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, Kapolri punya tugas yang berat untuk memberantas para mafia di tubuh Institusi Polri.
Hal itu dilakukan guna dapat mengembalikan kepercayaan publik kepada lembaga negara khusunya Polri atas segala peristiwa yang terjadi.
Kapolri harus bekerja keras demi menjaga citra kepolisian yang telah dibangun dan membuat masyarakat kembali menyandarkan keamannya pada kepolisian.***(Rosandra Gisca Andyna)