AYOJAKARTA.COM – Sejak diusung Partai Nasdem sebagai calon presiden (capres), Anies Baswedan juga diberi keleluasaan untuk memilih pendamping (cawapres).
Meski Koalisi Perubahan sempat ditawarkan sejumlah nama oleh Jusuf Kalla, namun sinyalemen Anies Baswedan telah menentukan nama wakil masih belum terbaca.
Terkait pertanyaan yang banyak berkembang di masyarakat soal nama calon wakil presiden, Anies Baswedan memberi tanggapan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Anies Baswedan ketika menghadiri Temu Kebangsaan Relawan pada Minggu, 21 Mei 2023.
Baca Juga: Anies Baswedan : Mafia Harus Diberantas, Agar Rakyat Bisa Merasakan Keadilan!
Menurut Anies, pengumuman nama calon wakil presiden untuk mendampinginya dalam Pemilu 2024 merupakan hal yang belum bisa diutarakan ke publik.
Selain hal tersebut dianggap sebagai sebuah kejutan politik, Anies juga beranggapan bahwa hal senada juga berlaku untuk menentukan kriteria cawapres.
"Kalau dikasih kriteria sekarang kemudian nggak jadi lagi kejutan dong, biar ada efek kejutnya," jawab Anies diselingi tawa.
Namun demikian terkait calon nama wakil presiden pendampingnya Anies meminta seluruh pihak untuk tetap bersabar.
“Sabar, pokoknya namanya sudah ada di kantong, bisa laki-laki atau perempuan,” imbuh Anies kepada awak media.
Dalam sejumlah pidato di hadapan para pendukung, Anies dikenal sebagai figur yang konsisten mengusung gagasan keadilan dan kesetaraan.
Stabilnya angka kepuasan publik terhadap pemerintah, relevansi akurasi terhadap gagasan tersebut bagi sebagian kalangan menjadi persoalan.
Adanya penilaian bahwa gagasan tersebut merupakan suatu yang kurang relevan, Anies memberi tanggapan.
Baca Juga: Hadir di Acara Temu Relawan Kebangsaan, Anies Baswedan: Kita Cari Pemimpin Yang Berani karena Benar!
Menurut Anies, tolok ukur untuk membuat suatu perubahan, perlu didasari dengan sinerginya antara kepuasan dengan harapan.
Jika dua variabel yakni kepuasan dan harapan sudah diketahui, maka relevansi terhadap perubahan dan keadilan bukan lagi angan-angan.
“Ketika menakar kepuasan itu berdasar harapan, ketika harapan itu sedikit kepuasan itu mudah,” jelas Anies.
Menjadi salah satu capres, dalam keterangan kepada sejumlah awak media Anies juga sempat menyinggung soal kasus korupsi BTS.
Baca Juga: Bacapres Anies Baswedan : Kalau Dia Percaya, Buat Apa Saya Dijegal, Kan Sudah Nomor Tiga?
Sebagaimana diketahui, nama Johnny G Plate yang saat itu menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika sempat menjadi perbincangan.
Pasalnya, Sekjen Partai NasDem yang merupakan partai pengusung pencapresan Anies diduga melakukan korupsi BTS dengan nilai fantastis.
Menyikapi hal tersebut, Anies menyatakan bahwa komitmennya jika terpilih sebagai presiden adalah dengan menjalankan aturan hukum.
Sebab menurut Anies perlindungan terbaik yang bisa dilakukan bagi setiap warga negara adalah mengikuti peraturan perundangan.
“Perlindungan terbaik itu adalah mengikuti prosedur ketentuan perundangan,” jelas Anies.

Share this article
Sejak diusung Partai Nasdem sebagai calon presiden (capres), Anies Baswedan juga diberi keleluasaan untuk memilih pendamping (cawapres).