AYOJAKARTA.COM- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kembali menyita perhatian publik pasca dirinya memarahi wartawan televisi agar rekaman liputannya dihapus.
Hal tersebut terjadi saat Arinal memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi dan Pembinaan Pelayanan Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji 2023 di salah satu Hotel Kota Bandar Lampung.
Mulanya ia mengatakan bahwa dirinya bisa menghentikan petugas haji atas perintah menteri agama.
"Kalau Anda bermain-main, saya mendapat perintah dari menteri agama, coret," kata Arinal.
Kemudian ditengah sambutan, Arinal meminta video hasil liputan tersebut untuk segera dihapus lantaran dirinya merasa ketakutan terkait potong-potongan ucapannya ini yang kembali di viral di media sosial.
Disamping itu Gubernur Lampung ini tak ingin menjadi bulan-bulanan netizen seperti kejadian dirinya yang dikritik terkait jalan rusak di wilayahnya.
Baca Juga: Demi Beli Tiket Konser Coldplay Termahal, Pria 31 Tahun Ini Rela Jual Kulkas dan Motor!
"Hapus semua. Saya pusing, sebentar-sebentar viral, sebentar-sebentar diviralin, nanti dibuat Gubernur marah karena ini itu, jadi netizen," kata Arinal
Tak hanya itu saja, orang nomor satu di Kota Bandar Lampung ini pun menjelaskan bahwa yang ditegurnya ini adalah saudaranya.
"Ini semua saudara-saudara saya kok, jadi kamu awas ya, kamu Kominfo ya?," kata Arinal bertanya pada awak media.
Baca Juga: Hindari Hal Berikut Saat Mengatur Finansial Jika Terjadi Dampaknya Cukup Fatal!
Selanjutnya, Arinal juga meminta sang wartawan untuk mematikan rekaman tersebut karena dianggap membahayakan dirinya serta kepemimpinannya saat ini.
"Nah, berbahaya ini. Matiin," katanya dengan tegas yang dikutip AyoJakarta.com pada Metro TV, Selasa (16/5).
Seperti yang diketahui, Arinal sempat pernah tertangkap kamera sedang bertepuk tangan ketika menanggapi ucapan Presiden Joko Widodo yang mengatakan kalau pemerintah pusat akan mengambil alih perbaikan jalan yang sudah bertahun-tahun rusak.
Lantas setelah itu, ia semakin viral karena bertepuk tangan dan memberikan wajah sumringah ketika 15 ruas jalan di Bandar Lampung diambil alih menteri PUPR. ***