Nasional

Melihat Pemimpin Ideal di Mata Anies Baswedan, Ternyata Sosok yang Seperti Ini

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 16 Mei 2023, 14:47 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan saat ini tak bisa lepas dari perhatian dan sorotan masyarakat.

Terlebih saat ini, Anies Baswedan sedang digadang-gadang untuk menjadi seorang pemimpin.

Saat ini, banyak masyarakat yang mendeskripsikan pemimpin sebagai sosok yang memiliki jabatan.

Baca Juga: Bikin Kaget! Ingat Toilet Sekolah yang Mewah di Bekasi Rp 98M hingga Viral Tahun 2021? Ini Kondisinya Sekarang

Akan tetapi berbeda dengan Anies Baswedan, ia memiliki pemahaman tersendiri tentang pemimpin yang ideal.

Anies Baswedan mengatakan bahwa seseorang disebut pemimpin yang ideal apabila ia mengikuti pengikut.

“Bukan karena jabatannya disebut pemimpin. Pemimpin itu kalau punya pengikut. Pengikut apa? Mengikuti idenya, gagasannya, pikirannya, perbuatannya. Itulah kepemimpinan,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Anies Baswedan, Selasa (16/5/2023).

Menurut Anies, seorang pemimpin yang ideal harus memiliki gagasan yang berisi ide dan juga mimpi yang kemudian bisa wujudkan menjadi karya.

Baca Juga: Kocak! Reaksi Sang Ibu Ketika Anaknya Izin Mau Nonton Coldplay di Indonesia: Dibayarin Pemerintah ya Dek?

Selain itu, seorang pemimpin juga harus memiliki nyali, kemampuan manajemen hingga membuat mimpi menjadi kenyataan.

“Gagasan harus ada, ide, mimpi. Kemudian itu bisa dia wujudkan menjadi kenyataan. Bukan hanya mimpi. Karena itu saya pernah bilang gini, pemimpin, pemimpi, plus n. Pemimpi, orang punya mimpi. Plus N itu apa sih? N itu nyali, kemampuan manajemen, kemampuan menjadikan mimpi itu jadi kenyataan. N itu memimpin,” jelasnya.

Anies mengungkapkan bahwa seorang pemimpin yang ideal harus memiliki kepercayaan.

Ini karena, pemimpin tidak akan mendapatkan pengikut apabila ia tidak memiliki kepercayaan.

“Lalu ada unsur trust dari yang dipimpin. Seseorang itu mau mengikuti kalau percaya ya. Trust itu ada tiga unsur yang memperkuat, yaitu kompetensi, integrity, intimacy. Tiga itu membuat kepercayaan menjadi kuat,” sebutnya.

Lebih jauh, Anies menuturkan bahwa ia melihat seorang pemimpin tidak berdasarkan posisi atau jabatannya.

“Saya melihat kalau seseorang itu memiliki potensi menjadi pemimpin, ukuran pertamanya bukan dia berposisi apa. Tapi pengakuan dari sebayanya. Bukan karena posisi, bukan karena jabatan. Kalau itu namanya pejabat, tidak semua pemimpin punya jabatan, dan tidak semua pejabat adalah pemimpin,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Aulli R Atmam