Nasional

KTT ASEAN Buat Pangeran Brunei Darussalam Jatuh Cinta Pada Labuan Bajo, Terungkap Ini Alasannya

Oleh: Christy Ayu Saputri Jumat 12 Mei 2023, 18:25 WIB
KTT ASEAN 2023 berhasil membuat Pangeran Brunei Darussalam, Abdul Mateen jatuh cinta dengan keindahan alam di Labuan Bajo.

AYOJAKARTA.COM -- KTT ASEAN 2023 baru-baru ini berhasil membuat Pangeran Brunei Darussalam, Abdul Mateen jatuh cinta dengan keindahan alam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Ketika itu, Pangeran Brunei Darussalam Abdul Mateen, ikut hadir mendampingi ayahnya yakni Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dalam agenda KTT ASEAN 2023.

Dalam beberapa kesempatan, Pangeran Brunei Darussalam itu bahkan mengaku ingin kembali mengunjungi tempat tersebut.

Labuan Bajo sendiri merupakan kota kecil yang terletak di bagian barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: KTT 42 ASEAN Dibuka, Presiden Jokowi Sampaikan Harapan untuk Para Pemuda Asia Tenggara

Seperti yang kita tahu, Labuan Bajo sendiri kerap kali dikenal sebagai surga keindahan alam di Indonesia selain di Bali.

Tidak hanya karena keindahan alamnya saja, namun budaya dan kearifan lokalnya juga sangat menarik dan unik.

Maka tidak heran jika kota Labuan Bajo menjadi destinasi populer dan favorit bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Pangeran Brunei Darussalam mengakui bahwa ia sangat terkesan dengan keindahan alam yang pamerkan di Labuan Bajo.

Baca Juga: Nyesel Baru Tahu, Ternyata Ini Protokol Keamanan yang dilakukan Indonesia sebagai Tuan Rumah KTT ASEAN 2023

"Sesungguhnya kita sangat beruntung karena tidak hujan hari ini, jadi kita sangat bahagia dan ini pertama kalinya kita datang ke Labuan Bajo, dan ya ini sangat Indah," ujar Abdul Mateen, dikutip dari video YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 12 Mei 2023.

Selain itu, Pangeran Brunei juga turut memuji usaha Pemerintahan Indonesia dalam mempromosikan pariwisata di daerah tersebut.

Menurutnya keindahan Labuan Bajo ini juga bisa menjadi perhatian bagi negara-negara ASEAN khususnya terkait menjaga kelestarian alam dan lingkungan.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Tedi Rukmana