AYOJAKARTA.COM -- Pertemuan rutin para kepala negara di kawasan ASEAN, Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN kembali digelar di tahun 2023.
Untuk kali ini, acara Konferensi Tingkat Tinggi Asean diselenggarakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah kegiatan adat seperti tarian Tiba Meka, Caci serta Rangkuk dilakukan sebagai bentuk penyambutan bagi para tamu Konferensi Tingkat Tinggi Asean.
Baca Juga: Delegasi KTT ASEAN Lebih Pilih Nginap di Bali daripada Labuan Bajo, Istana Negara Bongkar Alasannya!
Mengingat pentingnya acara KTT ASEAN tersebut, langkah-langkah pengamanan yang bersifat antisipatif juga telah dilakukan oleh para anggota TNI serta Polri.
Dengan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai tempat penyelenggaraan acara, maka diharapkan akan mampu mendongkrak perekonomian bagi warga setempat.
Terkait dengan harapan tersebut, dalam kunjungannya pada 7 Mei 2023 lalu sejumlah pedagang kuliner member memberi tanggapan.
“Sebelumnya agak sepi, setelah menjelang KTT ini luar biasa ramainya,” ujar Nurdiah, salah seorang pedagang kuliner di Labuan Bajo.
Pernyataan senada terkait adanya peningkatan pendapatan bagi para pengusaha UMKM dan kuliner, juga diungkapkan oleh warga setempat.
Meski harapan tersebut bagi sebagian pelaku ekonomi telah terwujud, melalui sekretariat negara dan kementerian luar negeri, panitia KTT memberi sejumlah himbauan.
Dengan diberlakukannya himbauan tersebut kepada masyarakat sekitar, maka peran Indonesia sebagai tuan rumah akan semakin diperhitungkan.
Dilansir dari halaman FloresEditorial.com pada Rabu, 10 Mei 2023 diketahui Asops Polri Irjen Agung Setya Imam Effendi telah menerapkan protokol keamanan.
Protokol keamanan KTT ASEAN 2023
Protokol yang disampaikan pada 5 Mei 2023 lalu di Jakarta diberlakukan sebagai bentuk peran serta warga sekitar terhadap penyelenggaraan KTT.
Sesuai dengan protokol yang berlaku efektif sejak 7 sampai dengan 13 Mei mendatang, warga setempat diminta untuk mengandangkan atau mengikat hewan ternaknya.
Selain itu, warga di sekitar lokasi penyelenggaraan KTT Asean juga dihimbau untuk tidak mengkonsumsi minuman keras atau Sopi.
Shana Fatina selaku Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores atau BPOLBF dan Panitia Lokal juga memberi arahan serius.
Arahan tersebut antara lain menjaga privasi para delegasi dengan tidak mengambil foto tanpa izin serta menetapkan harga lebih dari standar.
Shana juga meminta agar masyarakat setempat menjaga kebersihan pada seluruh travel paper atau area dimana para delegasi berinteraksi.
Terakhir, Panitia Lokal KTT Asean juga diminta untuk menjaga keselamatan dan keamanan para delegasi.
Sehubungan dengan arahan terakhir, hal tersebut berlaku secara khusus bagi para pengemudi yang terlibat dalam proses antar-jemput para delegasi.***(Karseno AJ)

Share this article
Untuk kali ini, acara Konferensi Tingkat Tinggi Asean diselenggarakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.